Friday, September 16, 2011

Drs. KH. Ahmad Rifai Arief (ALM)


K.H. Ahmad Rifa'i Arief (lahir 30 Desember 1942 – meninggal 16 Juni 1997 pada umur 54 tahun) adalah seorang kiai perintis dan pendiri Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Pondok Pesantren La Tansa, Pondok Pesantren Sakinah La Lahwa, serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi/Sekolah Tinggi Agama Islam (STIE/STAI) La Tansa Mashiro. Ia wafat pada usia yang belum terlampau tua akibat serangan jantung.

Masa kecil
Ahmad Rifai Arief adalah putra sulung dari H. Qasad Mansyur bin Markai Mansyur dan Hj. Hindun Masthufah binti Rubama. Ayahnya merupakan seorang guru agama pada "Madrasah Ibtidaiyah Masyariqul Anwar", yang terletak di kampung Pasir Gintung, Balaraja (sekarang Jayanti), Tangerang. Oleh sebab itulah Rifa'i dibesarkan dalam lingkungan yang taat dan sarat dengan nilai-nilai agama.
Sejak kecil, kedua orangtuanya memanggil Rifa'i dengan panggilan kesayangan yaitu "Lilip". Kelak sampai beliau dewasa, orang-orang di kampungnya lebih mengenal dan memanggilnya demikian. Ia memiliki 3 orang adik laki-laki serta 4 orang adik perempuan. Urutan tujuh adik-adiknya adalah Umrah, Dhofiah, Farihah, Huwaenah, Ahmad Syahiduddin, Nahrul Ilmi Arief dan Odhi Rosikhuddin. Di mata adik-adiknya, Rifa'i menjadi teladan, karenanya beliau sangat disayangi dan dihormati oleh mereka.
Perjalanan pendidikan
Perjalanan pendidikan Rifa'i dimulai dengan pendidikan peringkat dasar yang disebut "Sekolah Rakyat (SR)" di kampung Sumur Bandung, Balaraja (sekarang Jayanti), Tangerang. Di sekolah tersebut Rifa'i hanya belajar 3 tahun saja, sebab ayahnya memindahkan pendidikannya ke "Madrasah Masyariqul Anwar" di Caringin, yang juga merupakan tempat ayahnya belajar. Alasan ayahnya agar Rifa'i lebih banyak memperoleh pengetahuan agama, selain itu juga agar anaknya dapat belajar mengaji al-Quran kepada K.H. Syihabudin Makmun yang masih saudara ayahnya.
Setelah tamat pada Madrasah Masyariqul Anwar pada tahun 1958, menurut K.H. Ahmad Syahiduddin, adik kandung Rifa'i, ayahnya menghendaki Rifa'i belajar pada institusi pendidikan Islam yang bercorak modern. Di Banten, sebenarnya banyak berdiri pondok-pondok pesantren, tetapi pondok-pondok tersebut menganut sistem pondok pesantren tradisional. Oleh sebab itu Qasad Mansyur memilih "Pondok Modern Darussalam Gontor", Ponorogo, Jawa Timur, salah satu pondok modern yang terkenal. Pondok ini mempunyai sistem klasikal, disamping mempelajari ilmu-ilmu agama juga mengajarkan pengetahuan umum dan bahasa asing seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Lebih daripada itu Pondok Gontor juga mengajarkan disiplin hidup kepada santri-santrinya. Pengetahuan tentang Gontor diperoleh Qasad Mansyur dari saudaranya, Ja'far Hadi. Awalnya, keinginan Qasad Mansyur untuk membawa Rifa'i ke Gontor tidak disetujui oleh keluarganya yang lain, dengan alasan terlalu jauh (jarak antara kampung Pasir Gintung dan Ponorogo lebih kurang 500 Km.) Namun dengan keinginan yang kuat, beliau tetap konsisten dengan niatnya, maka pada tahun 1958 beliau bersama Rifa'i berangkat menuju Pondok Darussalam Gontor.
Di Gontor, Rifa'i diterima di kelas 1 dari 6 kelas yang wajib dilaluinya. Ia duduk di kelas 1 B. Dalam pandangan guru-guru dan rekan-rekannya, Rifa'i dikenal santri yang rajin dan pandai berpidato. Tulisannya bagus, baik tulisan dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Arab. Sejak sekolah, sudah terlihat jiwa kepimpinannya meskipun beliau sering mengalami sakit. Gangguan kesehatannya itu yang menyebabkan beliau terpaksa tidak naik ke kelas 5, karena tidak mengikuti ujian akhir.
Di Gontor Rifa'i dipandang sebagai murid yang pandai dan cerdas. Sifat-sifatnya itulah yang mengantarkannya menjadi ketua organisasi pelajar pondok Gontor yang saat itu masih bernama PII (Pelajar Islam Indonesia) cabang Gontor pada tahun 1965-1966. PII adalah salah satu organisasi pelajar Islam yang berpengaruh yang ada diseluruh institusi pendidikan Islam di Indonesia. Setelah tahun 1966, Pondok Gontor tidak bergabung dengan PII karena organisasi itu pada muktamar yang diselenggarakan pada tahun 1966 di Malang terpecah menjadi dua, yakni PII Menteng Raya dan PII Jalan Bunga. Bagi Gontor, sikap PII pusat itu berlawanan dengan prinsip independesi Pondok Gontor yang ditubuhkan untuk semua golongan dan di atas semua golongan. Setelah itu, pertubuhan pelajar Gontor diubah menjadi OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern). Dengan demikian masa kepengurusan Rifa'i merupakan PII cabang Gontor yang terakhir.
Ketika Rifa'i menjadi ketua PII, Pondok Gontor tengah menyiapkan rancangan pewakafan pondok. Selain itu pula, pada tahun 1963 Gontor sedang membuat piagam berdirinya pendidikan tinggi Islam Darussalam Gontor, sebuah perguruan tinggi pesantren yang pertama di Indonesia. Setelah rancangan itu semua selesai diadakan majlis peresmian yang menjemput para duta besar negara-negara sahabat, beberapa menteri Republik Indonesia, gubernur Jawa Timur dan tokoh-tokoh lainnya. Sebagai ketua pertubuhan pelajar, Rifa'i bertindak sebagai ketua panitia acara tersebut. Dalam pelaksanaanya panitia merancang penandatanganan piagam pengajian tinggi tersebut oleh para perwakilan dari para tamu. Seperti perwakilan kedutaan Arab Saudi, Menteri Agama Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, tokoh masyarakat serta perwakilan pelajar yang diwakili oleh Rifa'i sebagai ketua PII saat itu.
Selama tujuh tahun menjadi santri Gontor (yakni dari tahun 1958 hingga 1965), Rifa'i dilantik oleh kiainya sebagai seorang guru (atau ustadz). Selain mengajar para santri, Rifa'i juga dilantik menjadi sekretaris kiainya, K.H. Imam Zarkasyi. Tugas yang dipikulnya cukup berat seperti menjadwalkan kegiatan pimpinan, membuat konsep-konsep kebijakan pondok, menyunting bahan-bahan ceramah pimpinan, dan lain sebagainya. Pekerjaan-pekerjaan itulah yang justru menambah wawasan dan pengalaman Rifa'i dan karenanya ia semakin mendapat kepercayaan dari kiainya.
Setelah lebih kurang 2 tahun mengabdi di almamaternya. Rifa’i melanjutkan pengajiannya di pondok-pondok tradisional di Jawa Timur. Namun tidak ada sumber yang pasti tentang di pondok mana dan berapa lama ia tinggal di sana. Keputusannya untuk keluar dari Gontor dan menyambung pengajiannya berteraskan kepada keinginan ayahnya agar kelak ia membina insitusi pendidikan yang lebih tinggi dari yang telah dibangun oleh ayahnya. Selain itu, Gontor memang tidak mengajarkan santri-santrinya kitab-kitab klasik seperti yang diajarkan di pondok-pondok tradisional. Gontor lebih menekankan kepada penguasaan bahasa asing baik Bahasa Arab ataupun Bahasa Inggris. Selain itu, dalam tradisi masyarakat Banten, sudah merupakan perkara biasa jika seorang santri yang telah menyelesaikan pendidikannya di pondok pesantren mampu menguasai kitab-kitab klasik baik dalam bidang fiqih, aqidah ataupun tata bahasa Arab. Hal inilah yang mungkin menjadi penyebab mengapa Rifa'i mendalami kitab-kitab klasik itu.
Setelah kembali dari pondok tempat ia belajar kitab klasik/salafi, Rifa'i tidak langsung mendirikian pondok pesantren seperti yang diinginkan ayahnya. Menurut penuturan keluarganya baik istri ataupun adik-adiknya, Rifa'i menyambung pelajaran pada "Akademi Bahasa Asing" (ABA) di Bandung. Namun, tidak jelas berapa lama beliau di Bandung juga bahasa asing apa yang ia pelajari.
Perihal pendirian Pesantren
Perjalanan pendidikan Rifa'i Arief seperti yang telah diuraikan di atas, seakan-akan menunjukkan persiapan beliau sebelum mendirikan sebuah pondok pesantren sebagaimana yang dinginkan ayahnya. Sepertinya, wujud ketidakpuasan dan ia masih berasa kurang ke atas ilmu yang telah ia dapatkan. Namun ia segera kembali ke kampungnya, mengingat keinginan ayahnya untuk segera mendirikan pondok pesantren. Menurut Ahmad Syahiduddin, maksud ayahnya agar para alumni "Madrasah Ibtidaiyah Masyariqul Anwar" dapat segera melanjutkan pendidikannya pada peringkat yang lebih tinggi yaitu di pondok pesantren yang akan didirikan anaknya itu.
Pada hari Jumat 19 Desember 1967, Qasad Mansyur bersama beberapa tokoh masyarakat kampung Gintung yang juga merupakan guru pada madrasah "Masyariqul Anwar" seperti Ahmad Syanwani, Sukarta, Johar, dan juga Rifa'i sendiri membincangkan rencana pendirian pondok pesantren. Mereka membahas sistem dan metode pembelajaran dan pengajarannya kelak setelah didirikan. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Pondok Gontor sebagai contoh dan model lembaga pendidikan yang akan didirikan.
Dalam prakteknya, institusi pendidikan tersebut menggunakan sistem madrasi dengan nama "Madrasah al-Mua`llimîn al-Islamiyah (MMI)" (مدرسة المعلّمين الإﺳلامية), yang digabungkan dengan sistem pondok pesantren yang diberi nama Dâr al-Qalam (دار القلم). Namun dengan transliterasi kata yang mereka buat sendiri, nama pondok tersebut pun menjadi tertulis Daar el-Qolam.
Sebulan kemudian, atau tepatnya pada hari Sabtu 20 Januari 1968, bertepatan dengan tanggal 9 Syawwal 1338, dimulailah proses belajar mengajar. Pada peringkat awal murid-murid di MMI Daar el-Qolam berjumlah 22 orang. Mereka adalah adik-adik Rifa'i dan beberapa masyarakat sekitar kampung Gintung yang telah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Madrasah Masyariqul Anwar (MMA). Adapun tempat belajar mereka ialah bekas dapur neneknya, Hj. Pengki, yang telah direnovasi.
Tantangan yang dihadapi
Sistem yang diterapkan di pondok pesantren Daar el-Qolam yang baru saja didirikan oleh beliau mengundang reaksi negatif dari masyarakat di kampungnya. Mereka menentang sistem yang dibuat Rifa'i bahkan menganggapnya sebagai mimpi belaka. Mewajibkan santri-santrinya berbahasa Indonesia dan meninggalkan bahasa Sunda, dipandang sebagai mimpi memindahkan Jakarta ke kampung Gintung. Adapun bahasa Arab menurut mereka mimpi yang tidak akan terwujud karena hendak memindahkan Makkah. Saat pengajaran bahasa Inggris dilakukan di pesantren, maka cercaan yang datang lebih keras lagi yaitu mengikuti bahasa orang kafir dan dengan sendirinya Rifa'i juga termasuk kafir. Mereka yang menuduh, memahami hadits Nabi Muhammad SAW secara keliru yaitu : "Barang siapa yang mengikuti sesuatu kaum maka ia termasuk ke dalamnya" (من تشبّه بقوم، فهو منهم).
Dengan kesungguhan dan kesabaran beliau, tantangan yang datang bertubi-tubi itu berlalu begitu saja. Kesungguhan dan kesabaran Rifa'i dalam mendidik mulai menampakkan hasilnya. Pada akhir tahun 1970-an Masehi semakin ramai santri yang datang dari berbagai tempat, tidak hanya masyarakat Gintung dan sekitarnya tetapi juga dari Jakarta, Bandung, Karawang, dan Bekasi meski memang kebanyakan berasal dari daerah Banten seperti Pandeglang, Serang, Rangkasbitung dan Cilegon. Rifa'i juga rajin menjalin komunikasi dan membuka jaringan kepada tokoh-tokoh masyarakat serta meminta nasihat dari guru-gurunya. Terutama berkunjung ke Gontor menemui gurunya, Kiyai Imam Zarkasyi atau pergi ke Serang untuk sekedar bertemu dan meminta pandangan kepada ulama di sana seperti Kiyai Haji Abdul Wahab Afif.
Ketokohannya sebagai pemimpin pondok pesantren mulai tampak ketika itu, ditambah kemampuannya dalam bahasa Arab yang fasih baik lisan ataupun tulisan. Hal inilah yang memudahkan beliau diterima di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Serang, Banten padahal secara formal Gontor tidak mengeluarkan ijazah yang dapat memungkinkan santri-santrinya melanjutkan pelajaran pada peringkat yang lebih tinggi seperti di IAIN. Masalah ini juga dialami oleh adik-adiknya yaitu Huwaenah dan Syahiduddin, yang merupakan adalah alumni pertama pondok pesantren Daar el-Qolam pada tahun 1975. Setelah itu, mereka melanjutkan pengajiannya di IAIN Jakarta hanya dengan ijazah yang ditulis oleh Rifa'i sendiri. Kedua adiknya itu diterima karena mereka mempunyai kemampuan berbahasa Arab dan sudah mempelajari berbagai ilmu dasar keislaman seperti yang tertulis di balik ijazah mereka.
Bagi lulusan pondok pesantren yang beraliran modern seperti Rifa'i, materi kursus pada IAIN bukanlah hal yang sukar. Bahkan pelajaran di pondok pesantren lebih sukar daripada pelajaran di IAIN. Sebagi contoh pelajaran Ushul al-Fiqh (أصول الفقه) di IAIN pada peringkat sarjana muda, menggunakan buku terjemahan bahasa Indonesia. Sedangkan di pondok pesantren baik pondok Gontor ataupun pondok Rifa'i, menggunakan kitab aslinya. Di samping itu, kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta pengetahuan agama Islam yang diperoleh di pondok pesantren sangat membantu pendidikannya.
Mendapat bantuan
Selain Kiyai Imam Zarkasyi, Ahmad Rifa'i sangat menganggumi ketokohan Kiyai Mohammad Natsir, seorang yang tidak asing lagi terutama dalam dunia politik, bahkan beliau pernah menjadi Perdana Menteri Indonesia setelah partai yang dipimpinnya (Masyumi) memenangkan pemilihan umum pada tahun 1955 M. Pada akhir hayatnya beliau meninggalkan dunia politik dan memfokuskan dirinya kepada dunia dakwah dan pendidikan Islam. Pak Natsir juga mengasuh pondok pesantren, di samping itu beliau juga mengetuai organisasi pondok pesantren yang bernama "Rabîthah Maretâhid al-Islâmiyah (RMI)". Melalui organisasi inilah para kiyai dari pondok-pondok pesantren saling berbagi pengalaman dan bertukar wawasan. Rifa'i sendiri sering datang dan meminta nasihat untuk perjuangannya kepada Pak Natsir.
Melihat kesungguhan Rifa'i dalam mengelola pondok pesantren, Pak Natsir melalui ‘RMI’ membantu Rifa’i untuk mendapatkan bantuan dari Kerajaan Arab Saudi. Melalui tangan Pak Natsir itulah pada tahun 1983 M., pondok Daar el-Qolam yang diasuh Rifa’i mendapat bantuan dana sebesar Rp. 64.000.000. Pada masa itu uang sebear itu sangat besar nilainya dan sangat cukup untuk menambah fasilitas pondok dan sarana lainnya. Bantuan dana tersebut digunakan untuk membangun asrama santri yang setelah selesai pembinaanya dinamakan dengan "Gedung Saudi". Setelah itu semakin tampak jelas perkembangan pondoknya. Santri-santri berdatangan dari pelbagai wilayah di Indonesia tidak hanya sebatas pulau Jawa saja, tetapi juga dari Sumatera seperti Lampung, Palembang, Jambi, Bengkulu, Medan dan bahkan dari Nanggro Aceh Darussalam (NAD). Selain mereka ada juga santrinya yang berasal dari Malaysia dan Thailand.
Ekspansi
Pada tahun 1989 M. beliau mulai melakukan ekspansi pondoknya. Ia membuka sebuah tempat di pedalaman Banten sebelah selatan. Dipilihnya lokasi yang sangat indah, di antara pegunungan dan air yang mengalir deras nan jernih. Ia membuka lahan itu dan memberinya nama Parakansantri yang artinya perkampungan santri. Di sinilah ia mendirikan pondoknya yang kedua yang diberi nama "La Tansa" yang maksudnya "fokuskan akhirat tetapi jangan melupakan dunia".
Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan tidak berhenti sampai di situ. Pada akhir tahun 1993 M ia mulai mengagas berdirinya pendidikan tinggi sebagai pusat ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Maka ia mendirikan "Sekolah Tinggi La Tansa Mashira". Adapun fakultas yang dirancang ialah fakultas dakwah, fakultas pendidikan dan fakulas pertanian.
Pada tahun 1995 Masehi, Rifa'i kembali mengagas berdirinya sebuah pondok pesantren dengan nuansa wisata. Dipilihnya tempat yang indah di tepi pantai. Di tempat itu ia mendirikan villa dan resort yang cukup mewah. Tujuannya adalah pondok itu tidak hanya sebagai tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk tafakkur serta tadabbur terhadap keagungan ciptaan Allah SWT. Oleh sebab itu di samping menikmati keindahan alam, pondok itu juga mengajarkan pengetahuan keislaman, memantapkan akidah dan mengisi emosional dan spiritual. Maka itu pondok itu diberinya nama "Pondok Pesantren La Lahwa", yang maksudnya "jangan lalai dengan dunia."
Kunjungan dari beberapa orang terkenal
Pondok-pondok Rifa’i sering dikunjungi oleh para tamu baik dari dalam negara ataupun luar negari. Seperti utusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, serta Menteri Agama Islam Malaysia pada tahun 1995. Selain mereka, juga beberapa menteri pada era presiden Suharto juga pernah berkunjung ke pondoknya dalam rangka acara hari jadi (milad) Daar el-Qolam yang ke-25 pada tahun 1994 M. Seperti Menteri Agama Dr. Tarmizi Taher, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Dr. Hayono Isman, Menteri Penerangan Harmoko dan lain sebagainya.
Lebih kurang 30 tahun beliau membangun dan mengelola institusi pendidikannya yang semakin mendapat kepercayaan dari masyarkat. Akibat dari itu masa yang dimilikinya semakin terbatas. Sebagai sebuah usaha regenerasi dan kaderisasi, ia menempatkan adik-adiknya pada pondok-pondok yang telah ia dirikan untuk membantu tugas-tugasnya.
Akhir hayat dan proses peralihan kepemimpinan
Pada tahun 1997 semua karya-karya itu sudah berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Namun, beliau sadar bahwa karya-karya itu akan semakin menambah beban dan fikirannya. Meskipun ia menyerahkan kepada kader-kadernya, bukan berarti ia meninggalkannya sama sekali. Ia mesti mengunjungi 3 institusi pendidikan yang dibangunnya kecuali Daar el-Qolam yang memang dekat dengan rumahnya. Pada masa itulah ia selalu pergi balik ke Gintung – Rangkasbitung atau Gintung – Labuan yang berjarak lebih kurang 35 KM. Setiap kali pergi untuk mengawasi pondok-pondoknya, Rifa'i selalu diantar oleh supir pribadinya, Wawan Ridwan.
Selain berkunjung ke pondok-pondoknya, Rifa’i juga disibukkan dengan undangan acara atau pertemuan tertentu. Namun, ia tidak berkenan memenuhi undangan ceramah di luar pondoknya sendiri, kecuali yang menjemputnya adalah santri-santrinya. Pernah seorang wartawan televisi swasta memintanya untuk berceramah di layar Televisi, tetapi ia menolak. Alasannya ia tidak mau terkenal dan pondoknya tidak boleh terkenal karena dirinya. Dalam sebuah acara kunjungan Ra’is bi’thah al-Azhar al-Syarîf (ketua utusan Universitas al-Azhar Cairo Mesir) ke pondoknya pada tahun 1996, beliau menegaskan dalam ucapan sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Arab yang maksudnya sebagai berikut "Walaupun Rifa'i mati pondok ini tidak boleh mati, ia mesti tetap hidup dengan sistemnya bukan dengan kiyainya".
Kesibukan Kiyai Rifa’i semakin banyak khususnya pada setiap bulan Juni. Sebab pada bulan itu banyak kegiatan di pondok-pondoknya seperti amaliah al-tadrîs (praktik mengajar) khusus untuk santri kelas akhir di mana ia bertindak sebagai musyrîf `amm (pembimbing umum) yang mesti mengoreksi rancangan mengajar santri-santrinya yang telah ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris. Pada tahun 1997 M. lebih kurang 200 rancangan mengajar (i`dad) santri kelas terakhir mesti ia koreksi. Setelah I`dad itu mendapat kelulusan dari musyrif pertama pertama dan keduanya. Jika telah mendapatkan kelulusan dari kiyainya, mereka baru boleh mengajar itupun masih diawasi oleh musyrif pertama dan keduanya.
Selain itu acara yang cukup menyibukkan setiap tahun ialah Khutbah al- Wada` dan Tafwîdl al-Syahâdah. Pada acara tersebut, ia mesti menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan para santri dan orang tua mereka, sekaligus menyerahkan ijazah sebagai tanda berakhirnya pelajaran para santri kelas akhir di pondok pesantren.
Pada hari Sabtu 14 Juni 1997 M, di Pondok Pesantren La Tansa ia menyampaikan khutbah atau nasehat terakhirnya di hadapan santri dan orang tua mereka. Setelah itu ia kembali ke rumahnya di Gintung, karena esoknya ia mesti menyampaikan "kuliah etiket" kepada santri-santrinya yang akan pulang ke rumah mereka dalam rangka libur akhir tahun ajaran 1996/1997.
Pada Ahad 15 Juni 1997 pukul 07.00 pagi, Rifa’i menuju aula pondok. Wajah kira-kira 2000 santri kelihatan ceria menunggu kedatangan beliau apalagi hari tersebut adalah dimulainya liburan akhir tahun pelajaran. Mereka tidak sabar mendengar pesan dan nasihat kiyainya sebagai bekal mengisi masa liburan di rumah. Para guru juga sudah menunggu beliau di depan pintu sekretariat pondok. Sekitar pukul 07.15 pagi, beliau datang memakai jas biru tua dengan baju putih dan celana panjang dengan warna yang sama dengan jasnya. Dasi dan peci menambah keserasian busananya pagi itu. Seperti biasa ia memberikan nasihat kepada santri-santrinya tentang bagaimana mengisi masa libur dengan baik. Nunik Nurjannah, salah seorang santrinya, yang juga ketika itu sebagai ketua organisasi pelajar putri pondok pesantren Daar el-Qolam masa bakti 1997-1998 M., mencatat nasihat-nasihat kiyainya dalam buku hariannya. Salah satu pesan kiyainya yang ia tulis adalah "anak-anakku yang perempuan, janganlah sekali-kali kalian melepaskan jilbab di hadapan khalayak umum".
Pukul 09.00 pagi beliau telah selesai memberikan ceramah, kemudian meninggalkan aula dan kembali ke rumahnya. Di rumahnya sudah menunggu beberapa orang tua murid yang juga hendak berpamitan pulang membawa anaknya. Setelah itu beliau istirahat di kamarnya, sebelum itu ia minta dipijat oleh anaknya, Ahmad Faisal Hadziq.
Pada pukul 1.30 siang, Faisal mengetuk pintu kamar ayahnya. Ia hendak memberitahu bahwa ada tamu yang telah menunggunya. Tamu tersebut adalah Ibu Farida Hanum yang selama itu bekerjasama dengan beliau dalam program pembelajaran komputer untuk para santrinya. Ibu Farida datang dihantar adik iparnya, Ade Zamzami. Ketika anaknya (Faisal) membuka pintu kamarnya, ia terperanjat, sebab melihat ayahnya terbaring di atas sajadah dengan pakaian salat (berkain dan berpeci). Kemudian ia memanggil ibu dan saudara-saudaranya yang ada di sekitar rumah. Rifa'i langsung dilarikan ke rumah sakit ‘al-Qadr’, Karawaci, Tangerang yang berjarak sekitar 20 km dari rumahnya. Setibanya di rumah sakit tersebut, dokter menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia akibat serangan jantung.
Hari itu, Ahad 15 Juni 1997 M, pukul 12.30 tengah hari ribuan orang berbondong-bondong mendatangi rumah beliau. Berita kematiannya muncul pada siaran berita terakhir Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Radio Republik Indonesia (RRI). Jenazah almarhum disemayamkan di rumahnya. Keesokan harinya, Senin 16 Juni 1997 M, pukul 10.00 pagi beliau dimakamkan. Surat kabar nasional Republika, juga memberitakan kematiannya pada 17 Juni 1997 M.
Selanjutnya, pada hari Selasa 17 Juni 1997 M, diadakan musyawarah keluarga yang membahas penerus beliau sebagai pimpinan pesantren. Musyawarah itu dihadiri juga Kiyai Abdullah Syukri Zarkasyi, anak dari guru Rifai, Kiyai Imam Zarkasyi. Abdullah Syukri adalah sahabat kiyai Rifai ketika belajar di pondok Gontor, yang juga salah seorang dari 3 pimpinan pondok Gontor. Ia diangkat oleh badan wakaf Gontor untuk menggantikan ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 1985 M. Semasa hidupnya, Rifa'i sering berjumpa dengan Pak Syukri baik di Gontor ataupun di tempat-tempat lain. Begitu pula Pak Syukri beberapa kali mengunjungi pondok Rifa'i.
Rifa'i memang tidak menyampaikan wasiat kepada keluarganya, tetapi ia pernah menyampaikannya kepada Pak Syukri, bahwa yang kelak akan menggantikannya ialah adik lelaki beliau yaitu Ahmad Syahiduddin dan anak lelakinya Adrian Mafatihullah Karim. Musyawah tersebut memutuskan pengganti beliau seperti yang diwasiatkan kepada Kiyai Syukri. Syahiduddin kemudian meminta kepada kakaknya, Huwaenah untuk membantunya mengurus santri-santri putri. Setelah salat dzuhur langsung diadakan pelantikan di masjid pondok. Ahmad Syahiduddin dan Enah Huwaenah adalah lulusan angkatan pertama pondok pesantren Daar el-Qolam. Sementara itu, Adrian, putra Rifa'i, juga lulusan pondok yang sama pada angkatan ke-17. Akhirnya mereka bertiga yang melanjutkan kepemimpinan Ahmad Rifa'i Arief.

Tuesday, May 17, 2011

6 Kecerdasan Otak Kanan (Tips dan Trik untuk Melatihnya)

Pada era konsep tual yang kita alami sekaramg ini lambat laun mulai membuka pengetahuan kita tentang fungsi dan kerja Otak manusia. Diantaranya adalah fungsi dari Otak sebelah kanan kita, Kita harus melengkapi penalaran yang diarahkan oleh otak kiri kita dengan menguasai enam kecerdasan penting yang diarahkan oleh otak kanan kita. Keenam kecerdasan yang dimiliki oleh otak kanan kita adalah :

1. DESAIN

Ya, satu diantara kecerdasan dari otak kita adalah desain. Pada era sekarang sesuatu yang berbentuk barang atau jasa atau apa saja hanya fungsi (atau hanya ditilik/dilihat secara fungsional saja) akan tetapi juga desain yang diciptakan harus memiliki nilai estetika, indah, fantastic dan dapat menarik secara emosional. Apabila kita dapat menciptakan sesuatu yang bukan aja berdasarkan fungsional akan tetapi dengan nilai desain yang dapat diterima di masyarakat maka nilai ekonomi barang yang kita hasilkan lebih tinggi dan dapat member nilai tambah bagi personal.

Dilihat dari pengertiannya Desain adalah kecerdasan pikiran yang merupakan sebuah kombinasi antara utility (kegunaan) dan significance (makna) atau dapat dijabarkan desain adalah kegunaan yang memiliki nilai lebih yang ditingkatkan dengan makna yang terkandung!. Kita ambil contoh seorang desainer grafis harus menyiapkan sebuah brosur yang mudah dibaca kalau kita lihat brousir manfaatnya adalah memberikan informasi yang diinginkan oleh penyebar brosur kepada kalayak ramai agar orang lain dapat membaca dan mencerna pesan yang diberikan dalam brosur yang paling efektif adalah nrosur tersebut dapat menarik dan mentransmisikan gagasan-gagasan dan emosional-emosional yang tidak dapat dibaca secara kata-kata akan tetapi harus dengan desain gambar-gambar yang indah yang dapat mepengaruhi rasa dan jiwa bagi siapapun yang melihat,Nah agar gagasan ini dapat diterima dengan mudah maka diperlukan desain yang bagus,fantastis atau yang dapat mempengaruhi jiwa yang melihatnya. Bayangkan saja bila browser dibuat dengan kertas putih dan hanya bertuliskan huruf-huruf yang biasa atau berupa rangkaian kata tentunya akan sangat membosankan dan tidak memiliki daya tarik,apabilabrour tersebut dibuat dengan gambaran,desaun pjoto yang menarik maka secara tidak sadar akan membius dan menarik orang banyak.

Apabila kita perhatikan segala sesuatu yang tercipta, Baik yang berasal dari alam (diciptakan oleh Tuhan) maupun yang tercipta dari hasil olah tangan manusia tidak ada satupun yang lepas dari desain contoh Candi, Pohon,hewan ,manusia atau bangunan,cangkir,sendok semua barang-barang tersebut memiliki bentuk-bentuk yang terpola dengan keunikan masing-masing.

Untuk melatih kemampuan desain kita ada beberapa tips diantaranya:

1. Mulailah kebiasaan Lebih banyak memperhatikan sesuatu yang selama ini sering kita perhatikan seperti jalan,mobil,lukisan,gambar atau bahkan alat-alat rumah tangga seperti sendok,panic atau wajan berilah catatan kecil tentang desain dari barang-barang tersebut dan bayangkan bentuk dan desain alat-alat tersebut pada saat pertama kali diciptakan beri catatan dan penilaian juga kemungkinan pengembangan desain terhadap alat-alat tersebut

2. Perhatikan plakat, Iklan baliho atau sebuah surat kabar lihat huruf per huruf dan bayangkan apakah anda bias menciptakan desain huruf yang lebih mudah dicerna atau kata-kata yang sangat simple dan hanya dilihat sepintas orang bias mengerti makna dari tulisan tersebut!

3. Salurkan kejengkelan anda, Carilah sebanyak mungkin barang atau apa saja yang menurut anda desain barang tersebut sangat buruk, tulis dan catat gagasan-gagasan extreme anda untuk memperbaiki desain dari barang tersebut yang menurut anda agak seikit gila tetapi mampu mengundang emosional orang lain untuk tertarik menilai atau melihat desain yang anda buat.

4. Perbanyak melihat atau mengunjungi majalah-majalah desain atau situs-situs tentang

desain, semakin banyak anda kungjungi dan baca maka semakin banyak konsep-konsep desain yang tertanam atau terkumpul dalam otak anda dan semakin banyak pula ide gila tentang desain yang akan anda ciptakan.

Referensi web: www.Ambidextrousmag.com, dan masih banyak lagi

5. Wujudkan ide Gila anda dengan membuat desain yang jarang atau baru pertama kali dilihat tapi ingat desain yang anda buat harus memiliki beberapa syarat dan unsure untuk desain yang baik diantaranya

A. Contras (berbedaan) buat garis,warna,bentuk,ruangan,ketebalan menjadi sangat berbeda dengan desain orang lain

B. Repetition (pengulangan). Pengulangan unsure-unsur visual membantu mengembangkan pengaturan dan memperkuat kesatuan dari brosur,lukisan,laporan berkala,atau kepala surat anda

C. Alignment (penjajaran) tidak ada yang diletakkan apada halaman,bentuk atau ruang secara sewenang-wenang, setiap unsure memiliki hubungan dengan unsure yang lain

D. Proxymety (kedekatan)benda-benda yang saling berhubungan harus diletakkan secara berkelompok bersama-sama

……………………………………………….(Robin William)

6. Jadilah Orang Pemilih, Pilihlah barang,pakaian,atau apa saja sesuai dengan penilaian anda tetang desain barang trsebut jangan hiraukan penilaian orang, atau penilaian mode yang telah ngtren sebab belum tentu sama dengan konsep desain pada diri anda!

2. CERITA

Kecerdasan kedua adalah cerita!Kita usahakan dalam hidup kita tidak hanya berargumen akan tetapi dapat menceriterakan segala sesuatu secara rinci tentang argument kita. Ketika hidup kita penih dengan informasi dan data. Mengumpulkan argument yang effectif tidaklahmemadai. Seseorang entah dimanapun pasti akan menemukan sesuatu yang berbed untuk membantah atau mematahkan argument yang anda berikan. Esensi dari persuasi,komunikasi dan pemahaman diri telah menjadi suatu kemampuan untuk menciptakan suatu drana kisah yang menarik.

Cerita-cerita yang menarik atau memiliki nilai atau kesan tertentu lebih mudah dipahami dan lebih mudah di cerna serta diingat, Karena dalam berbagai cara cerita adalah bagaimana atau suatu cara untuk mengingat sesuatu. Sebagai contoh kita akan menanamkan nilai kebaikan untuk anak kita tentang perilaku buruk seperti mencuri, kalu kita jelaskan nak….jangan mencuri karena mencuri itu yidak baik…… dengan argument yang kita tanamkan anak akan lama untuk mengingat mereka hanya tau kalau mencuri itu dosa dan tidak baik sementara kesan yang kita berikan terhadap anak kita tidak nyangkut pada ingatan mereka berbeda apabila kita menceritakan dongeng tentang si kancil yang mencuri timun pak tani……akhirnya sikancil mendapat hukuman dengan dikurung karena mencuri telah merugikan pak tani dan karma bagi kancil adalah kurungan…….(anak akan lbh cepat mengingat konsep mencuri tidak baik akan berakibat sama seperti yang dialami si kancil.

Cerita sendiri oleh para pakar diterjemahkan sebagai suatu peristiwa kognitif yang penting, karena mereka meringkas dalam suatu paket yang padatinformasi, pengetahuan, konteks danemosional. Kita perhatikan tentang film, mitos atau cerita tentang cinta atau tentang kepahlawanan kalau kita perhatikan cerita tersebut satupun tidak ada yang baru dalam inti ceritanya akan tetapu yang membedakan antara mitos yang satu dengan yang lain adalah alur atau tercemahan konsep pada ceritanya contoh Cerita tentang bandung bondowoso dan sangkuriang, atau kisah kepahlawanan yang alurnya sang jagoan akan mengalami cobaan atau hamper kalah akhirnya sang jagoan belajar sadar dan akhirnya menang (cerita ini disetiap Negara hamper memiliki hikayat atau mitos tentang ini) jadi yang membedakan dari suatu unsure cerita adalah imajenasi dan penciptaan cerita yang tepat dan menarik!

Untuk mempertajam kecerdasan cerita ada beberapa tips yaitu:

1. Buatlah cerita-cerita singkat dan cerita mini yang terdiri dari 50-100 kata tetapi cerita yang anda buat harus ada awal-tengah dan bagian akhir tentang kisah sehari anda yang dirangkai dengan plot dan sedikit imajenasi anda! Suruhlah orang dekat untuk menilai cerita anda tanyakan pada dia inti dari cerita yang nada buat apabila ia mengerti kembangkan cerita anda sedikit demi sedikit.

2. Buatlah grup atau komunitas cerita yang bias anda bentuk di jaringan social facebook atau yang lainnya karena dari grup ini anda bisa menulis,mendapat gagasan,membandingkan cerita anda dengan sahabat atau kenalan anda.

3. Ambillah alat rekam dan catat kegiatan-kegiatan yang menarik yang anda jalankan sehari-hari rangkumlah dan buat cerita sesuai dengan daya imajenasi anda yang sesuai dengan alur alur dan sesauai dengan plot-plot yang ada.

4. Bacalah artikel dan sebuah cerita dengan membaca cepat kalimat-kalimat pembuka tutup artikel atau cerita tersebut tebak sesuai dengan feeling atau imajenasi anda kira-kira gambaran keseluruhan atau inti artikel atau cerita tersebut, kumpulkan beberapa dugaan dan setelah itu baca lagi dan selesaikan bacaan tersebut sampai tuntas bandingkan dengan dugaan-dugaan yang anda rangkum kalau anda jeli maka rangkuman tadi dan isi cerita akan mendekati

5. Kumpulkan photo atau gambar-gambar yang terdapat pada sebuah cerita dari sebuah majalah. Dan dengan gambar tersebut munculkan imajenasi anda yang didapat dari dugaan-dugaan hati anda terhadap gambar-gambar yang anda cermati! Makna dibalik gambar yang anda lihat dengan menggunakan imajenasi anda akan mempertajam kemampuan anda untuk mempertingkatkan kecerdasan bercerita!

6. Menebak dan tanyakan Siapa Orang-orang ini

Apakah anda pernah mendapati diri anda ditempat-tempat keramain seperti pasar atau tempat seperti bandara,statsiun atau lapangan udara, sembari emperhatikan dan bertanya siapakah orang-orang yng berada disana, siapakah orang bereragan yang ada di supermarket atau station? Bertanyalah pada hati anda dan jawablah pertanyaan tersebut dibenak anda! Buatlah pertanyaan siapakah 2 orang yang berada dekat dengan anda ketika suatu ketika anda berjalan-jalan disebuah supermarket,siapa merekan,nama mereka,apa yang mereka lakukan,berpacarankah mereka, atau sedang mencari sesuatu,kenapa mereka disini dan selanjutnya mereka hedak kemana. Lihatlah tanda-tanda dan arti gerakan mereka orang sering enafsirkan tanda gerak tubuh dan gelagat yang sama dengan suatu penafsiran yang berbeda brdasarkan pengalaman hidup yang mereka alami, latihan ini dapat membantu anda menantang berbagai asumsi, mengabaikan steriotip-steriotip dan akan dapat membantu anda memperluas cerita-cerita yang anda buatdengan interaki yang anda lakukan pada keluarga, teman,pacar atau kolega!

3. SIMPONI

Tidak hanya focus tetapi harus ada simponi………………………………………………………..

Simponi adalah suatu kemampuan untuk menggabungkan pecahan-pecahan menjadi satu kesatuan yang berarti dan memiliki makna,ia merupakan kemampuan untuk menggabungkandari pada menganalisis, melihat hubungan antara bidang-bidang yang tidak memiliki hubungan sama sekali,mendeteksi pola-pola umum ketimbang menyampaikan jawaban-jawaban yang kusus,menggabungkan sesuatu yang baru dengan menggabungkan unsure-unsur yang tidak seorangpun berpikir untuk memperbaikinya. Salah satu cara untuk memahami dan mengembangkan kecerdasan simponi adalah belajar tentang bagaimana cara menggambar suatu objek—- sebuah ketrampilan yang sepertinya mudah dan sederhana tapi bila tidak terlatih akan snagat susah….seperti menggambar wajah sendiri! Kalau kita lihat atau mau mendengarkan kecerdasan simponi yang sangat mengagumkan (betapa dasyatnya kecerdasan ini) anda dengar lima karya klasikyang direkomendasikan para pakar yaitu :

*Beethoven 9th symphony, salah satu yang terkenal dari simponi ciptaan beet adalah “Ode to Joy merupakan suatu simponi yang menyenangkan dan terkenal sepanjang masa

* Wolf Cang Amadius Mozar’t dengan simponi no 35 dengan judul “haffner Symphoni’ dalam simponi ini Mozart memasukan suara seruling yang menciptakan sebuah kesatuanyang secara dranatis mampu melebihi jumlah bagian-bagiannya

* Mabler’s 4th symphony in G Major dalam alunannya inspirasi dijadikan sebagai suatu yang bernilai dan dasyat

* Tchoikovsky’s 1812 Overture dengarkan secara seksama alunan simponi yang memiliki ketukan dan harmoni yang dapat menggugah emosional kita

* Haydn,s symphony No 92 in G Major, “Surprise, untuk menguasai kecerdasan simponi anda mesti terbuka pada sebuah keterkejutan dan keterkaguman dimana haydn menggunakan keterkejutan untuk memperluas dan memperdalam music yang tertata oleh alunan irama dan harmoni yang pelan akan tetapi berkesan menghentak

Dengan kecerdasan simponi orang dapat merubah sesuatu yang sianggap biasa menjadi luar biasa dengan menggabungkan beberapa unsure,harmoni,birama yang tertata dan membentuk sebuah karya yang dasyat,kita lihat para komponis dan para pelukis dapat mengubahnya kedalam karya seni yang menarik, kita lihat karya Afandi yang cenderung abstrak dan terkesan awut-awutan akan dapat menggugah emosional orang yang melihatnya dan bernilai ratusan juta rupiah.

Tips dan cara mengelola dan mempertajam kemampuan kecerdasan simponi

1. Latihanlah Mempelajari segala sesuat dari took buku,dengan cara gunakan waktu anda sekitar 20 menit untuk memilih beberapa judul buku yang sama sekali belum pernah anda lihat dan and abaca gunakan cara membaca cepat dan pintas atau gunakan waktu untuk melihat-lihat ganbar najalah yang ada di took buku itu kemudian rangkailah bagian demi bagian dalam buku tersebut,kemudian carilah hubungan dengan apa yang menjai pekerjaan dan kegiatan anda dan carilah gagasan dan ide baru didalamnya terapkan pada keguatan anda masing-masing tentunya yang memiliki nilai tambah dan nilai positif dalam kehidupan anda.

2. Menggambar, adalah cara yang paling bagus untuk melatih kecerdasan simponi kita karena dengan menggambar kita melihat suatu hubungan-hubungan dan mengintegrasikan hubungan-hubungan tersebut kedalam suatu kesatuan-kesatuan yang utuh dan memiliki nilai dan makn yang lebihserta dapat mempengaruhi emosional otang yang menilainya

3. Buatlah Buku catatan tentang kiasan,kembangkan MQ (Kecerdasan Metaforis) anda dengan menuliskan kiasan-kiasan yang menarik dan mengejutkanyang anda temukan, Coba berlatihlah selama beberapa hari,simpan satu buku kecil catatan-catatan dengan cepat ketika anda membaca surat kabar atau membaca majalah. Kiasan dapat dalam bidang apapun dapat berupa ungkapan,pendapat atau berupa falsafah hidup dari seseorang,kemudian rangkailah dan nilai ungkapan yang anda buat jika berbau muatan positif yang dapat menggugah emosional orang maka terapkan dalam kehidupan anda!

4. Ikuti Hubungan-hubungan yang telah dan akan terjalin

Pilih salah satu kata yang anda anggap menarik ,ketik dalam mesin pencari (google,yahoo.MSN,dll) dan kemudian ikuti salah satu hubungannya yang berkaitan dengan topic atau kata yang anda inginkan dan berpetualanglah lebih dalam kedalam topic tadi, Ulangilah hal-hal ini sampai tujuha atau delapan kali kemudian refleksikanlah apa yang anda pelajari tentang topik yang asli yang anda tuliskan tadi dan sekaligus penyimpangan-penyimpangan yang anda temukanselam proses pencarian (Browsing),catat pola-pola atau tema-tema apa yang muncul? Hubungan-hubungan apa yang muncul dan kerancuan-kerancuan apa saja yang ada dipikiran anda tentang hubungan-hubungan yang menurut pikiran anda merupakan hubungan yang menyimpang dan tidak ada kaitan dengan topic anda. Melatih dengan cara ini merupakan suatu komitmen yang ada pada diri kita untuk belajar dengan kesanggupan menemukan informasi visual secara kebetulan dan mengaktifkan daya pikiran,imajenasi dan ide yang mungkin muncul dari system berurut ini atau dapat juga anda lakukan dengan generator situs web yang acak web search (seperti www.randomwebsearch.com) mulailah pilih acak situs yang sama sekali belum pernah anda kunjungi bahkan belum pernah and abaca dan tidak pernah anda harapkan hal ini meningkatkan daya apresiasi anda terhadapa hubungan-hubungan simponik yang terdapat pada gagasan-gagasan yang muncul

5. Cari Soslusi dalam pencarian masalah

Masalah membutuhkan sebuah solusi hal ini adalah kaidah yang sangat mendasar akan tetapi untuk mencari sebuah solusi yang cerdas dan tepat untuk menyelesaikan sebuah masalah terkadang memerlukan beberapa masalah.menurut professor dari Yale, Barry Nalebuff dan ian aires, menganjurkan kita menganalisa sebuah solusi yang anad dan menanyakannya dengan 2 pertanyaan yaitu:

* Dimana Lagi ia kan berfungsi?

Terkadang kita dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan dari suatu wilayah ke wilayah yang lain. Contoh sangat banyak sekali masalah yang dapat terpecahkan oleh satu solusi yang sama akan tetapi untuk memecahkan masalah yang beraneka ragam, contoh Masalah maaf (Jihat), sama-sama jihad untuk kepentingan membela agama masalahnya tempat dan lingkungan jihat tersebut yang berbeda saya sellu berfikir Jihat di Palestin jauh lebih bermanfaat dan jauh lebih dibutuhkan dari pada jihat di daerah lain seperti Indonesia masalahnya dalah Jihad (penyaluran kewajiban membela agama) tetapi seharusnya solusi tempat yang tepat adalah tempat yang benar-benar urgen dan membutuhkan orangoorang untuk membantu berjuhad kenapa gak di palestina sekalian?? Atau masalah lain yang membutuhkan solusi yang sama

* Apakah mengutak atik atau membalik-balik itu akan berhasil?

Mengubah pilihan yang salah merupakan sebuahlangkah sederhana yang dapat meraih keberhasilan atau hasil yang sangat bagus.

Contohnya suatu anggapan yang selama ini saya anggap salah mendonot darah anda akan berakibat negative terhadap daya tahan tubuh anda atau dapat membuat orang menjadi gemuk atau dapat tertular HIV, sepintas beberapa prnyataan diatas ada benarnya akan tetapi menurut saya benar tidaknya bila kita lihat dari kondisi pada saat donor tersebut, Donor darah tidak akan mengurangi daya tahan tubuh apa bila pendonor dalam kondisi sehat dan fit, donor darah tidak aberakibat kegemukan apabila anda tidak termakan sugesti setalah donor anda akan membutuhkan gizi dan makanan lebih, donor darah tidak akan menularkan HIV apabial sterilisasi alat donor mengikuti kaidah atau aturan yang berlaku, dengan memperbaiki anggapan atau pendapat yang salh ini kita dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

6. Ciptakan Papan Inspirasi

Ketika anda tengah mengadakan suatu pekerjaan atau proyek tempelkanlah sebuah papan yang menurut anda cukup untuk menyalurkan inspirasi,ide dan kreatifitas, photolah atau carilah gambar-gambar yang berhubungan dengan proyek anda sesuatu yang dianggap menarik dikala sedang menjalankan proyek tempel pada papan inspirasi dan cari hubungan yang mungkin terjadi antara gambar yang satu dengan gambar yang lain. Para perancang mode dunia telah lama menggunakan papan ini, sembari memberikan dan membentuk komposisi artistic yang berfungsi sabagai sesuatu yang memperluas pikiran dan sebagai petunjuk-petunujk konseptual. Berpikir melalui Visualisasi jauh lebih efektif dan lebih bermanfaat dari pada denagn cara yang lain

7. Carilah literature,buku atau apapun tulisan yang membahas tentang bagaimana berpikiran untuk memproses sebuah music, penciptaan sebuah lukisan, penciptaan sebuah bangunan (hubungan antara satu patung atau ruangan berpola artistic dengan runagn lain),identifikasi pola-pola dan hubungan gagasan yang mungkin membutuhkan cara-cara yang baru untuk saling berbicara satu sama lain dengan gagasan yang saling efektif,efisian dan saling mendukung satu sama lainnya.

8. Lakukan Curah gagasan (Brainstorming)

Kumpulkan rekan,partner atau teman yang memiliki visi atau pemikiran yang sama tentang sesuatu, Curah gagasan yang benar dan efektif adalah tidak bersifat bebas dan acak atau tidak teratur,mereka mengikuti struktur yang terbukti memunculkan gagasan yang bagus. Untuk melakukan curah gagasan (searing ide) yang efektif dan benar ikutilah aturan-aturan ini (diambil dari Buku Tom Kelley yang berjudul the face of innovation) kaidah tersebut adalah:

1. Kejar Kuantitas gagasan yang muncul

Yang dimaksud di sini bukan jumlah personalnya atau orangnya yang banyak akan tetapi jumlah gagasan yang dikeluarkan oleh orang yang mengikuti searing ide tersebut kalau efektif dan membutuhkan pemikiran dari beberapa orang mengapa harus banyak orang? Akan tetapi perlu diingat juga 25 kepala akan jauh lebih baik dari 5 kepala baik dalam pemikiran ide maupun pendapat jadi lakukanlah ecara effectif esuai dengan situasi yang ada!

Gagasan-gagasan yang bagus munculnya dari banyak gagasan yang ada tentunya membutuhkan pemikiran dan gagasan yang banyak. Susunlah tujuan yang numeris atau tersusun secara sistemati katakana lah jumlahnya banyak sampai 100 gagasan

2. Dorong Munculnya gagasan-gagasan yang liar atau terkesan mustahil dan gila

Ekstremisme terkadang dibutuhkan dan dianggap sebagai nilai yang baik,karena gagasan yang tepat seringkali mengalir dari apa yang mulanya Nampak ekstrem dan asing

3. Ciptakan gambaran-gambaran

Gambaran dapat berupa tulisan atau pemikiran dan sketsa,gambaran yang dapat memotivasi atau dapat membuka kreatifitas

4. Tunda Penilaian

Tidak ada sesuatu sebagai suatu gagasan yang buruk oleh karena itu buanglah orang-orang yang skeptic,pertama kali anda harus berpikir secara kreatis dan selanjutnya mulailah dengan cara kritis! Buang jauh-jauh dengan kebiasaan yang telah berjalan lama karena sebuah gagasan yang bagus dan matang akan dimentahkan dengan keniasaan atau traisi yang telah berjalan lama dan telah disakralkan.

5. Satu Percakapan dalam satu waktu

Dengar, Berlaku sopan dan jadikan gagasan-gagasan orang lain untuk membangun gagasan-gagasan yang akan kita kemukakan dan Jangan sekali-kali beranggapan skeptic terhadap gagasan orang lain dan jangan sekli-kali menganggap gagasan orang lain buruk hormati dan syukuri gagasan orang lain sebagai sumber ide untuk membangun gagasan yang lebih cemerlang dan lebih hebat!

6. Catat klasifikasi dan berpikirlah

Catat semua gagasan yang telah atau sedang terlontar dari pemikiran orang lain kedalam suatu daftar periksa dan baca dengan seksama serta klasifikasikan gagasan yang searah atau seide berpikirlahgagasan apa yang akan saya lontarkan yang dapat menfasilitasi atau yang dapatmencakup kepentingan dari semua gagasan tersebut biasanya gagasan yang akan muncul akan lebig dasyat atau setidaknya kita telah memiliki gambaran besar tentang visi dari gagasan yang telah dilontarkan dan secara otomatis wawasan dan cara pandang kta tentang sesuatu masalah atau sesuata gagasan lebih terbukan dan lebih bijaksana………………..(hasil pemikiran saya sendiri)

9. Rayakan Keamatiran Anda

Jangan sekali-kali bangga terhadap kemampuan anda,atau keahlian anda atau anda merasa kuat,percaya diri bebas bergerak dan merasa mampu, Jika anda menginginkan sebuahkehidupan yang kreatif maka berusahalah melakukan sesuatu yang anda merasa tidak bias dan alamilah serta rasakan keindahan dari kesalahan-kesalahan yang anda biat. Petik hikmah dan manfaat dari kesalahan tersebut buang jauh-jauh pemikiran atau dampak negative yang ditimbulkannya. Dan akan lebih indah lagi jika perbuatan-perbuatan diatas dilakukan dan dirasakan untuk benar-benar memahami lingkungan dimana anda melakukan hal tersebut.

10. Cari Ruang-ruang Negatif

Ruang negative adalah bagian-bagian dari gambaran besar yang seringkali diabaikan. Karenanya latihlah mata anda (Visualisasi anda) untuk melihatnya. Ketika anda berjalan melintasi took atau halaman sebuah majalah lihatlah dengan cepat apa yang paling menonjol (atau menarik) dan periksalah apa yang ada diantaranya,diluar dan disekitarnya. Kesadaran melihat dan menilai ruang negative akan mengubah pandangan anda terhadap suatu lingkunagn sekitar anda, dan ia akan menjadi ruang positif bergerak kefokus, ini juga akan membuat anda terkejut. Ini juga akan melahirkan empati anda terhadap lingkungan dan sangat mungkin akan menimbulkan ide gila yang bagus! Sebab ruang negative sangat jarang diperhatikan dan diamati oranghal ini juga menurut atau tunduk pda kaidah alam ada runga bagus positif disatu sisi juga akan terdapat ruang yang negative akan tetapi sebuah ruang negative tidak selalu buruk!

4. EMPATI

Tidak hanya Logika akan tetapi juga EMPATI, Ya ..empati juga merupakan salah satu dari keenam tingkat kecerdasan otak kanan. Kapasitas untuk berpikir sesuatu yang logis adalah salah satu hal yang membuat kita menjadi manusia. Namun dalam sebuah dunia yang penuh dengan informasi yang menyebar dan alat-alat analitis yang maju, logika sendiri akan tidak biasa. Contoh ketertarikan seseorang pria dengan wanita , apa yang akan membedakan mereka berkembang dengan cepat boleh jadi karena mereka memiliki kemampuan untuk memahami apa yang membuat teman laki-laki atau perempuan bergerak untuk mempererat hubungan mereka serta peduli terhadap orang lain yang ada disekitar mereka.

Empati adalah suatu cara dan kemampuan untuk membayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain dan memahami dengan intuisi apa yang dirasakan orang lain. Ia merupakan suatu kemampuan untuk mengalami dan merasakan dari sudut pandang orang lain,ia juga sesuatu yang muncul atau sesuatu yang kita lakukan secara spontan dan ia merupakan suatu tindakan naluriah yang dialakukan dengan ketidak sengajaan. Perlu diingat dan diperhatikan bahwa empati tidak sama dengan simpati, simpati merupakan perasaan penyesalan terhadap orang lain ia merupakan perasaan dengan orang lain merasakan apa yang mungkin terjadi apabila kita menjadi orang itu. Empati merupakan tindakan imajenatif yang brani, merealisasikan virtual yang tinggi memasuki dunia orang lain untuk mengalami dunia dari prespektif orang itu jadi kita memposisikan diri kita tetap sebagai orang diluar orang lain tersebut atau memposisikan dirikita sebagai kita sendiri.

Cara untuk mengasah atau untuk meningkatkan kemampuan ini dapat dilakukan dengan :

1. Lakukan Tes terhadap diri anda sendiri

Para psikologi telah menciptakan cara untuk mengetes seberapa besar kecerdasan empati anda yang terdapat secara gratis di Internet dan tentunya berbahasa inggris. Maka mulailah merancang suatu untuk mengetes empati yang anda miliki diantaranya tes tersebut adalah :

o Emphaty Quotion (kecerdasan Empati)

Mengukur EQ anda denagn instrument enam puluh pertanyaan simon baron-cohen, yang akan menentukan apakah anda memiliki “otak perempuan” atau otak laki-laki” juga ukurlah kemampuan sistimatisasi (info lengkap di tiyur.com/dbsd8, untuk info tentang SQ: Tiyur.com/7taj8)

o Spot the fake smile (identifikasikan senyum yang palsu)

Untuk membantu mengetahui seberapa pandainya kita melihat sesuatu yang dilakukan secara alami atau sesuatu yang diciptakan secara terpaksa! Carilah gambar-gambar orang tersenyum lihat dan beli penilaian apakah palsu atau tidak serta kemukakan pendapat dan alas an anda terhadap senyum tersebut.

o Mint In the eyes test (tes pikiran dalam mata)

Mengukur kemampuan kiat untuk mengidentifikasi ekspresi wajah hanya dari mata seseorang,lakukanlah tes ini dengan teman anda dengan cara mengambil photo seseorang dalam berbagai posisi, tutup wajah tersebut dan sisakan pada bagian mata saja dan tebak apakah ekspresi wajah dari mata photo tersebut, senangkah?susah?tersenyum?atau marah!

2. Dengar Secara diam-diam

Konsentrasilah dan dengarkan percakapan orang yang berada disekitar anda dan bayangkanlah apabila anda berada di posisi salah satu diantara mereka dan larutlah dalam percakapan mereka. Rasakan apa yang anda rasakan? Apa yang anda lakukan dan apakah yang anda pikirkan, berperanlah sebagai salah stu tokoh dari kedua orang tersebut. Atau anda dapat berlatih dengar mendengarkan percakapan orang lain tanpa anda melihat orang tersebut bayangkan,tebak berapa usia orang tersebut,ciri-ciri apa yang ada pada orang teburset,orang tersebut bersuku apa? dan karakter apa yang dimiliki orang tersebut!dan bandingkan jawaban anda dengan cirri-ciri orang tersebut dan seakurat apa tebakan anda!

3. Mainkan Peran anda sebagai “Kehidupan orang lain”

Mintalah salah seorang teman anda(dari satu team) untuk meminjamkan dompet,tas atau tas pinggangnya juga mintalah teman anda untuk mengeluarkan barang-barang dalam tas itu yang ada tertera atau tercantum namanya kemudian dikumpulkan dalam sebuah kelompok yang beranggotakan lima atau enam orang dan secara acak lihat lagi isinya dari barang-barang tersebut tanpa mengetahui milik siapakah barang-barang tersebut,untuk menentukan jenis kehidupan apa(personal),profesi,emosional dan sifat yang dijalani oleh orang yang memiliki barang tersebut hanya dengan mendeteksinya dari baran-barang yang dimiliki oleh orang terebut misalnya apakah tas tersebut penuh dengan barang-barang yang teratur atau berantakan,jenis barang yang dibawa dalam tas atau tas tersebut tersusun rapid an tidak terlalu banyak barang yang dibawa!karena gaya hidup seseorang tercermin dari apa-apa saja jennies barang yang dibawa,macam barang yang dibawa,peletakan barang yang dibawa,atau jenis pakaian dan parfum yang digunakan. Bermain permainan seperti ini sangat menyenangkan akan tetapi ingat jaga kerahasiaan orang tersebut!!

4. Ber-Empati pada pekerjaan

Mestipun kita percaya pada apa yang disebut kecerdasan empati akan tetapi acap kali kita sering gagal mendemostrasikankepada setiap orang yang mengelilingi kita. Berikut ini adalah 2 teknik yang mampu menngkatkan empati kita dalam sebuah kelompok atau team

1. Satu Hari dalam Kehidupan

Apakah anda tau pekerjaan yang sesungguhnya yang dilakukan oleh kolega atau relai anda atau teman seprofesi anda. Aktifitas ini akan membantu anda untuk mengetahuinya:

Suruh setiap peserta untuk menamai atau mencantumkan namanya diatasselembar kertas dan kemudian buat empat katagori : Poin tertinggi, Poin terendah, kegagalan dan penghargaan. Pasanglah semua lembaran tersebut diatas dinding, dan suruh setiap orang berjalan di ruang tersebut dan menulis apa yang mereka kira sebagai jawaban atu penilaian terhadap koleganya! Apakah penghargaan besar paling banyak diterima oleh si A atau frustasi sering dialami oleh si C atau poin tertinggi dinilai berhak untuk D dan seterusnya setelah itu kumpulkan jawaban tadi dan bagikan kepada masing-masing hindividu dan bahas apa yang tertulis pada lembaran tadi antara peserta yang satu dengan yang lain saling member masukan dan saran dari penilaian tersebut!

2. Bagaimana saya sampai kesana?

Terkadang anda bekerja dengan banyak orang dalam suatu wilaya, mungkin anda hanya hafal dengan nama mereka dan jabatan mereka atau hanya hafal dengan asal dari mereka akan tetapi anda tidak mengetahui bagaimana cara atau cerita dari orang tersebut sampai bias memasuki perusahaan tempat mereka bekerja dari cerita-cerita inilah akan menggugah rasa simpatik anda tentang sejarah personal dari seseorang. Saya yakin ada yang ceritanya tragis atau mengalami unsure kesedihan,ada yang ceritanya dilator belakangi oleh unsure kesuksesan> Berbagi cerita tentang sejarah hidup bagaimana saya bias sampai sini akan menggugah rasa simpati,empati dan juga mempererat hubungan antara satu dan lainnya sehingga tercipta saling pengertian yang tinggi.

5. Lakukan Pembacaan Pikiran

Berusahalah baca pikiran seseorang dengan cara menebak melalui apa saja yang dia lakukan,gerakan tangan atau ekspresi dari wajah yang mereka tampilkan atau berusahalah membaca kemana arah pikiran orang lain dengan cara memperhatikan pembicaraan mereka. Karena pikiran seseorang tercermin dari perbuatan yang mereka lakukan.

6. Menjadi Sukarelawan

Cara hebat untuk mempertajam rasa empati kita adalah dengan mengejar pengalaman sebagai sukarelawan. Abdikanlah kemampuan anda untuk memperjuangkan sesuatu dalam komunitas relawan anda. Anda bias saling berbagi pengalaman dan merasakan apa yang kalian perjuangkan betapa menyenangkan atau betapa beratnya!

5. PERMAINAN

Tidak hanya keseriusan akan tetapi permainan.Bukti-bukti yang falit dan juga akurat telah ditemukan oleh para ahli kesehatan dan kejiwaan tentang konsep positif dan manfaat yang ditimbulkan oleh Ketwa(tertawa),bersikap tenang,permaianan dan humor. Tentunya juga ada kalanya kita harus bersikap serius dalam waktu-waktu tertentu akan tetapi sikap serius janganlah terlalu di jalankan sampai berlarut-larut serius boleh akan tetapi harus diselingi oleh kegiatan-kegiatan yang lain yang bersifat menghibur. Banyak penelitian yang mengatakan berserius yang berlebihan akan berdampak pada kejiwaan dan berdampak pada lingkungan serta bermuatan nilai negative.

Seperti lima kecerdasan yang lain permainan merupakan kecerdasan yang timbul dari baying-bayang ketidak seriusan dan mengambil sebuah tempat dari pusat perhatian. Homo ludens (manusia yang bermain) terbukti sama efektifnya dengan homo sapiens (manusia mengetahui) dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Permainan menjadi bagian yang penting dari sebuah pekerjaan, Bisnis dan kesejahteraan pribadi kebermaknaanya mewujudkan diri pada tiga hal yaitu permainan,Humor dan kesenangan

Permaiana: Khusnya permainan game computer/video game/play station menjadikan sebuah komuditi industry bedar dan berpengaruh yang mengajarkan pelajaran-pelajaran yang menggunakan otak yang utuh kepada para pelanggannya dan merekrut genarasi baru yang berani dan trampil dalam menggunakan otaknya yang utuh.

Humor : memperlihatkan dirinya sebagai pertanda yang akurat bagi efektifitas manajeral, kecerdasan emosional dan gaya berpikir yang khas dari belahan otak sebelaah kanan, Orang yang pandai berkelakar dan melontarkan cerita-cerita humor berarti dia emiliki tingkat kecerdasan otak kanan yang lebih dibandingkan orang lain karena seseorang berhumor nerarti dia telah menghidupkan daya imajenasi,simpatik,desain dan juga emosionalnya ke dalam suatu perbuatan yang dapat mengundang refleksionalisasi terhadap kesenanangan orang lain.

Kesenangan: dicontohkan dengan ketawa yang tulus dan lepas mendemontrasikan kekuatan yang akan membuat kita lebih produktif dan puas.

Cara untuk merangkan kecerdasan ini adalah dengan

1. Carilah kelompok atau kumuniti?kumpulan orang orang yang senang tertawa atau kelompok ketawa.

Tertawalah selagi anda bias ketawa karena diyakini ketawa merupakan terapi melawan penyakit dengan cara menghidupkan atau mengaktifkan hormone-hormon yang penting dlam tubuh kita. Dengan ketawa kondisi stress dan problem yang kita hadapi biasa sejenak kita kurangi beban sertakapasitasnya yang masuk dalam pikiran kita.atau kalau anda mampu buatlah klup ketawa didaerah anda dengan pendaftaran serta free member. Carilah sumber-sumber yang membuat kita ketawa seperti rekaman video lucu, permaiana yang unik dan lucu atau kumpulan bayolan dari beberapa grup lawak! Usahakan tertawa anda tulus dan lepas!

2. Amati kejadin-kejadian aneh yang anda alami selama sehari, beri catatan khusus tentang kejadian lucu, kejadian usil dan kejadian yang menarikbuat catatan dan ingat kejadian tersebut dalam team anda atau kelompo kerja anda saling bertukar kelakar dan cerita humor akan membuat suasana yang tenang dan senang!

3. Bermainlah sebuah Game dan jalani hobby anda

Bermainlah sebuah game dikala hati atau suasana tidak mengenakan, Pilihlah game-game yang memang menyenangkan hati anda apabila anda bias larut dalam game tersebut berarti anda telah mengasah tingkat kesenangan anda, catat beberapa hobi yang paling anda nikmati ebtah menggambar, lukis, bermain music atau nyanyi! Usahakan salurkan hobi anda di sela-sela kesibukan anda! Ada beberapa situs game yang terkenal:

Game spot ((www.game talk.com),game zone (www.gamezone.com), Newsgaming (www.Newsgaming.com), Open directory project video game (www.dmoz.org/games/video_games/full index.html), There (situs game petualangan online)(www.there.com) dll

4. Kembalilah ke masa kecil anda!

Mungkin ini suatu hal yang secara rasional tidak akan terjadi atau kurang masuk akal,kita tidak mungkin lagi balik ke masa kecil kita, cara terbaik untuk berhubungan dengan masa kanak-kanak anda yang paling dalam adalah keluar untuk bermain. Cari tempat-tempat yang suasananya mendekati dengan suasana pada saat anda masih kanak-kanak seperti jalan-jalan ke sebuah taman kanak-kanak atau sekolahan yang banyak terdapat anak-anak bermain perhatikan dengan cermat tingkah dan polah mereka salah satu dari peristiwa yang anda perhatikan terebut pasti ada yang menggugah anda untuk ikut atau pingin larut bermain dengan anak-anak tersebut dan menggugah anda untuk tersenyum.atau anda bias mengunjungi ke panti asuhan dan larut serta ikut larut dalam pernaibab mereka dan bayangkan bahwa pada saat anda bermain umur anda sesuai atau seusia mereka.

5. Analisis sebuah Lelucon

Contohnya ada beberapa pendeta,rahib dan biara wati masuk ke sebuah bar dan penjaga ber terheran-heran dan bertanya”apakah ini lelocon?” jawabannya tentu saja Ia,nah alas an yang menganggap ini sebagai lelucon itu apa?apa arti kelucuan ini atau apa yang buat cerita ini lucu dan apakah ada makna dibalik lelucon yang terlontar ini. Analisislah lelucon seperti model diatas dengan seksama,nyantai akan tetapi esenialnya mengena, Tertawalah ketika lelucon itu lucu dan berpikirlah ubtuk apa lelucon ini di buat dan apa tujuannya sang pengarangnya apakah Hanya untuk menghibur atau ada misi lain!

6. Ciptakanlah karya humor yang dapat memancing orang lain yang berupa cerita dan gambar!

Buatlah cerita atau alur sebuah kisah yang mengandung unsure humor atau buatlah sebuah teka teki yang jawabannya merupakan unsure dari humor coba buatlah sebanyak-banyaknya dan koleksilah cerita atau gambar tersebut selam seminggu,dan bertekadlah meningkat dari minggu ke minggu dan coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan buatlah karya baru yang lucu!

6. MAKNA

Tidak hanya akumulasi tetapi juga Makna. Hidup kita dalam sebuah dunia yang berisi berbagai macam limpahan materi yang menarik, ini membebaskan ratusan juta orang dari perjuangan sehari-hari dan dan membebaskan kita untuk mengejar kesenangan yang lebih bermakna: memiliki tujuan, Transendensi, dan pemenuhan spiritual.Makna merupakan sesuatu yang erat kaitannya dengan spiritual, arti kebahagian dan perjuangan hidup untuk menggapai suatu tujuan serta perasaan yang memiliki suatu arti tertentu!Makna juga berarti penilaian,kesan yang dikeluarkan oleh diri kita atau orang lain terhadap suatu tindakan kita atau tindakan orang lain.

Untuk meningkatkan atau memngasah kecerdasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana diantaranya :

1. Sesering Mungkin Mengucapkan kata terimakasih

Ucapan terimakasih dapat berfungsi . Perasaan-perasaan terimakasih meningkatkan kesejahteraan dan memperdalam perasaan seseorang erhadap makna. Penelitian saligman dan beberapa karya ilmuwan yang lainyang sedang meneliti dan mempelajari pikologi positif menyatakan bahwa ucapan terimakasih merupakan satu unsure yang penting dari salah satu kebahagian personal. Orang-orang yang berterimakasih pada hal-hal khusus pada masa lalu mereka, yang tinggal dalam kesuksesan manis ketimbang kekecewaan-kekecewaan yang pahit cenderung lebih puas pada masa sekarang ini, Kunjunagan terimakasih dan ucapan terimakasih akan menjadi satu cara yang sangat efektif untuk meningkatkan intensitas,durasi dan frekuensi dari Ingatan positif. Dengan kata lain ucapkanlah kata terimakasih terhadap suatu hal,baik hal yang besar atau hal-hal yang kecil tentang hal-hal yang anda anggap menuntungkan atau bernilai positif dalam kehidupan anda bauk pada para tetangga atau para sahabat,teman bahkan pada sang Maha Pencipta.

2. Lakukan Tes terhadap 20-10 orang

Tes yang dilakukan oleh Jim kolin yang mendorong banyak orang untuk melihat pada kehidupannya khuusnya mengenai pekerjaan dan nyatakanlah pada diri mereka apakah mereka masih melakukan apa yang mereka lakukan seperti sekarang atau melakukan kebiasaan-kebiasaan rutin mereka jika mereka mendapatkan hadiah tanpa syarat sebesar 1 Milyart atau lebih? Atau jika mereka di fonis umur mereka hanya satu bulan lagi apakah kegiatan rutin tersebut masih mereka lakukan?Jika jawabannya tidak berarti ia akan lebih mewarnai atau melakukan perubahan di penghidupannya agar lebih bermakna dan lebih berkesan lagi. Tes ini sebenarnya merupakan pendekatan yang cerdas dan memberikan klarifikasi bahwa seseorang yang hidup didunia akan menginginkan kehidupannya bermakna baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat lainnya.

3. Periksa waktu anda

Buatlah sebuah daftar singkat tentang apakah yang paling penting untuk hidup anda(Orang,aktifitas dan nilai). Buat juga daftar dan waktu tentang perbuatan-perbuatan yang positif dan yang negative pada akhir hari koreksilah apakah hal-hal yang positif yang anda lakukan dalam sehari lebih banyak dari pada hal-hal yang negative yang ada dalam hidup anda atau kita dapat membuat parameter pahala dan dosa, sekecil apa dosa atau paha tersebut harus kita tulis dalam daftar dan hitinglah waktu yang anda pakai buat beribadah,buat istirahat buat tidur dan buat kerja Bila penilaian anda positif dalam artian berhasil maka hidup anda telah bermakna dan harus di tingkatkan lagi secara frontal dan segnifikan!

4. Persembahkan Hasil kerja anda

ANda dapat mempersembahkan pekerjaan anda sendiriseperti presentasi, panggilan penjualan atau laporan kerja anda kepada orang yang anda kagumi atau yang sangat penting dalam hidup anda. Anda akan dapat memasukkan pekerjaan anda dengan tujuan dan makna ketika anda memikirkannya sebagai sebuah pemberian, Jadi intinya bekerjalah bersungguh-sungguh unruk orang yang kita cintai dan syukurilah apa hasil yang dihasilkannya

5. Bayangkan dan gambarlah diri anda pada usia 90 than

Sisihkan waktu dakam beberapa menit untuk membayangkan,menggambar dan nerenungi apa bentuk atau gambaran diri kita setelah mencapai usia 90 tahun, seperti apa kehidupan anda saat itu?apa yang telah anda selesaikan? Sehingga pada saat anda sadar anda akan dapat menakar dan menilai tingkat kehidupan anda yang bermakna atau yang kurang bermakna!!

Thursday, April 21, 2011

KEUTAMAAN ASI DAN KB DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN

Untuk Seorang Ibu Yang Telah Rela Memberikan Asinya Sebagai Wujud Bentuk Kasih Sayang Yang Tidak Bisa Di Balas Dengan Uang.

“para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (al-baqarah:233).

Ayat di atas benar-benar merupakan perhatian Allah atas kesungguhan pentingnya seorang ibu mencurahkan kasih sayangnya kepada bayi yang masih mungil tak mengerti apa-apa. Sebagai orang tua, ibu yang baik pasti tak akan rela bayinya menderita. Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pasti sangat mengetahui keadaan setiap anak manusia yang membutuhkan pertolongan.

Penciptaan manusia ke alam dunia sudah difasilitasi oleh Allah jauh sebelum lahir dari alam kandungan. Air susu ibu (ASI) merupakan bukti Allah SWT atas pilihan-Nya untuk menjadikan bayi menjadi sehat. Salah satu faktor yang sudah diteliti bahwa di dalam ASI mengandung zat pembangun aspek fisik juga mental bagi seorang bayi. Maka, apalah artinya bila Allah telah mengadakan ASI kemudian ibu membiarkan bayinya tidak disusukan dengan sempurna!

Kalau seorang bayi akan bercengkerama dengan ibunya, ASI juga menjadi media yang dapat mewakili keinginannya. Keduanya saling mencurahkan kebutuhannya; si bayi dapat mengenal ibunya dan ibu pun memahami perlunya bayi akan belaian kasih sayangnya. Hubungan yang sedemikian mesra terjalin di antara keduanya. Subhanallah.

Jelaslah bahwa ASI bukan sekadar memberi sehat, juga ‘sarana’ pencurahan kasih sayang. Aksi seorang bayi pada lima tahun pertama (Balita) ditentukan pada kesediaan seorang ibu menyusukan ASI secara sempurna kepadanya selama dua tahun pertama sejak kelahirannya (Baduta). Kehendak-Nya sangat menjangkau keberadaan makhluk-Nya.


KB Lambang Kasih Sayang
Adakah yang menyangkal bahwa penyempurnaan penyusuan jauh lebih baik daripada tindakan untuk buru-buru memutuskan hubungan kasih sayang (penyapihan) sebelum genap dua tahun (Bayi Dua Tahun atau Baduta)? Saya yakin semua sepakat bahwa Allah SWT menyampaikan firman-Nya dengan pertama-tama mengajak penyempurnaan penyusuan kepada seorang ibu karena ada nilai keutamaan di dalamnya.

Sekalipun kalimat selanjutnya pada ayat yang sama disampaikan, “... Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya, ” sesungguhnya merupakan tawaran Allah SWT bagi yang terpaksa karena sesuatu hal yang dipandang sangat penting untuk berbuat seperti itu.

Ajakan pertama jauh lebih penting daripada tawaran kedua, sekalipun tidak termasuk perbuatan dosa! Setiap manusia akan merasakan kesulitan bila tanpa kesungguhan untuk menjadi sempurna. Demikian juga kita dapat memahami mengapa Allah memberi peluang bagi ibu yang tidak mampu menyempurnakan penyusuan kepada bayinya. Akan tetapi, kualitas perbuatan sangat berpengaruh terhadap akibat kesudahannya. Pasti akan berbeda kualitas fisik dan mental seorang bayi yang menyusu ASI dua tahun dengan yang putus sebelum sempurna dua tahun.

Ayat Allah sangat mengandung pesan-pesan keberkahan dan kebijaksanaan. Keberkahan akan diperoleh oleh seorang bayi yang bersama ibunya dalam pelukan kasih sayang melalui perantaraan ASI. Dengan ASI, bayi menjadi sehat dan ibu pun bahagia. Namun demikian, Allah juga Maha Bijaksana, bahwa tidak semua ibu mampu menyusukan bayinya secara sempurna, maka baginya tidak disebut berdosa bila tak sanggup untuk menggenapkan penyusuan ASI selama dua tahun.

Seruan membesarkan anak (bayi) agar menjadi sehat adalah kemuliaan Allah atas diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Pencipta. Kumpulan ayat-ayat-Nya di dalam al-Qur’an sangat menolong manusia yang ingin hidup dalam kasih sayang-Nya. Sekiranya Allah tidak menurunkan Rasul-Nya untuk membacakan ayat-ayat-Nya, maka gelaplah kehidupan umat manusia.

Jika Allah SWT mengajak atau memberi perintah, maka sudah sepatutnya kita mengikuti ajakan atau perintah-Nya. Kemampuan manusia sangat terbatas untuk menjangkau ayat-ayat-Nya bila tidak ada kebijaksanaan Allah memberinya pengetahuan. Adakah yang dapat ditadabburi dari ayat-ayat-Nya, selain kita harus mengamalkannya?

Ayat 233 surat al-Baqarah merupakan landasan utama bagi seorang ibu yang berkeinginan menyempurnakan penyusuan kepada bayinya. Maka, bila kita mau merenung, ajakan ini mengarahkan kita untuk tidak melakukan perencanaan melahirkan anak berikutnya sebelum bayinya sempurna berusia dua tahun. Secara kelembagaan, program KB (Keluarga Berencana) yang digalakan oleh pemerintah (BKKBN) meminta kepada seluruh keluarga untuk mengatur kelahiran sangat mengait dengan ayat ini. Artinya, KB secara program merupakan ajakan kasih sayang dalam merencanakan keluarga yang sehat, sejahtera dan berkualitas.

Mengatur kelahiran berjarak dua tahun tidak sama dengan melarang untuk melahirkan kembali. Perencanaan kelahiran dengan melandaskan kepada kasih sayang memiliki keutamaan daripada berbanyak kelahiran tanpa memperhatikan berbagai aspek yang mendukungnya. Kasih sayang seorang ibu, juga bapak, kepada anaknya yang masih teramat mungil untuk menjadi calon seorang kakak tidak sepatutnya dilakukan dengan memutus hubungan (menyapih) terlalu buru-buru. Tundalah paling tidak selama dua tahun!

Bagaimana bila mengatur kelahiran (kehamilan berikutnya), sesudah selesai masa penyempurnaan penyusuan, lebih dari dua tahun? Bukan dosa dan tidak menjadi masalah sepanjang masih memungkinkan usia seorang ibu untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya!

Penundaan ini dapat diisi dengan mendidik bayi, melimpahkan perhatian dengan sepenuh hati untuk merawatnya agar sehat, berkomunikasi (menjalin hubungan dengan bayi), memulihkan kesehatan ibu, dan manfaat-manfaat lainnya. Bagi seorang suami, istri bukanlah sapi perahan yang hanya dijadikan untuk kepentingan dirinya. Kesehatan reproduksi ibu juga patut diperhatikan. Sistem keseimbangan antara jasad (fisik) ibu yang memiliki rahim dengan kesehatan tidak begitu saja dibiarkan.

Secara kodrati, seorang wanita selama hidupnya dapat melahirkan lebih dari sepuluh bayi. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana mereproduksi anak dengan tidak memperhatikan aspek-aspek pendukung lainnya? Faktor-faktor seperti kesehatan, ekonomi, psikologi, hubungan antar sesama (sosiologi), hak anak untuk memperoleh perlindungan (hukum), pendidikan dan lain-lain, adakah telah diberikan perhatian dengan kelahiran banyak anak?

Allah SWT telah memperingatkan kepada para orang tua yang meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan lemah, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (an-Nisa:9).

Jelaslah bahwa bukan sebatas melahirkan anak keturunan, selain juga memperhatikan kesudahannya (pasca melahirkan seorang anak). Pertanggungjawaban seorang ayah tidak dapat bebas tanpa berpikir menyeimbangkan kelahiran anak dengan berbagai aspek lain yang menyertainya.

Sekiranya anak akan dijadikan sebagai aset di masa yang akan datang, adakah perhatian kepada mereka menjadi anak yang saleh lagi berkualitas? Untuk menyiapkan mereka membutuhkan banyak hal yang wajib dipenuhi: makanannya, perkembangan mentalnya, akhlaknya, pendidikannya dan banyak aspek lainnya. Tanggung jawab orang tua kepada anak merupakan hak mereka yang harus dapat dipenuhi.

Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan sebuah syair seorang bayi yang telah sempurna memperoleh ASI menyampaikan terima kasih kepada ibunya

Friday, February 4, 2011

Ciri-ciri Pribadi Muslim Sejati

Kita tahu bahwa Islam itu bertolak daripada iman. Namun iman saja tidak mencukupi. Ia perlu juga ilmu dan amal.

Islam itu ialah iman, ilmu dan amal. Tanpa ketiga-tiga elemen ini, maka Islam tidak akan terlaksana pada pribadi seorang Muslim.

Untuk mencapai tujuanini, roh dan akal mesti berperanan. Disamping itu seseorang muslim perlu mendapat pimpinan. Ketiga-tiga pengaruh ini wajib ada. Kalau tidak pribadi Muslim itu akan jadi cacat dan tidak sempurna.

Peranan Roh
Roh berperanan dalam soal iman. Roh melibatkan soal kepercayaan dan keyakinan. Tentang akidah dan pegangan. Tentang keimanan kepada Tuhan dan hari Akhirat. Tentang rasa cinta dan takut dengan Tuhan.

Namun kalau peranan roh saja yang wujud tanpa ada peranan akal dan kepimpinan, maka seseorang itu akan menjadi fanatik. Dia akan menjadi taksub secara membuta. Perasaannya tidak seimbang dan sukar untuk dikawal. Dia ingin bertindak, beramal dan membuat sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana dan apa caranya. Pertimbangannya juga tidak seimbang dan berat sebelah. Dia akan menjadi orang yang berjiwa tetapi kaku. Dia mau bergerak tetapi tidak tahu bagaimana hendak menyusun langkah.

Peranan Akal
Akal berperanan dalam soal ilmu. Ia berkait dengan penyampaian dan penerimaan ilmu. Tentang ta’alim atau pengajian. Tentang pembelajaran. Peranan akal membuat seseorang itu menjadi alim dan bepengetahuan. Namun kalau peranan akal saja yang wujud dan peranan roh dan kepimpinan tidak ada, maka seseorang itu akan menjadi ahli ilmu yang tidak cinta dan tidak takut dengan Tuhan. Yang tidak ada cita-cita akhirat.

Ilmunya akan digunakan untuk dunia semata-mata. Ilmunya akan dijual dan dikomersialkan. Ilmunya akan ditukar menjadi duit dan harta kekayaan. Ilmunya hanya untuk bermujadalah (berdebat), berforum dan berseminar. Untuk mendapat pujian, uang , pangkat, jawatan dan nama. Ilmunya tidak memberi hasil pada pribadinya.

Dia tidak dapat beramal dengan ilmunya, jauh sekali untuk memperjuangkannya. Dia akan menjadi orang alim yang tidak beramal dengan ilmunya. Dia akan menjadi jumud dan beku. Walaupun dia tahu bagaimana hendak menyusun langkah, tetapi dia tidak mempunyai kemauan dan kekuatan dalaman untuk bergerak.

Peranan Kepimpinan
Kepimpinan melibatkan didikan, panduan, contoh dan suri teladan. Tentang bagaimana ilmu itu dapat dan patut diamalkan. Tentang siapa yang patut dicontohi dalam mengamalkan ilmu. Tanpa ada pimpinan dari seorang pemimpin sebagai contoh atau model, sukar ilmu dapat difahami lebih-lebih lagi untuk diamalkan dan dihayati.

Tanpa pimpinan, ilmu akan hanya tinggal ilmu. Itu sebabnya di dalam agama, dikirim Rasul yang diberi atau yang membawa kitab. Bukan kitab saja yang dihantar tanpa Rasul. Kalau kitab saja yang dihantar, maka tidak akan ada contoh atau role-model untuk diikuti. Tanpa contoh dan role-model, mustahil ilmu dapat difahami dan diamalkan.

Dalam hendak mengamalkan ilmu dan dalam hendak menjadi seorang muslim yang sempurna, contoh fisik atau kepimpinan sangat perlu. Semua bentuk peranan ini mesti ada. Tidak ada satu yang boleh ditolak. Barulah ia boleh lengkap melengkapkan. Peranan roh dan akal mesti bergabung dan contoh atau pimpinan mesti dicari.

Inilah ramuan-ramuan yang perlu untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna. Kalau ramuan ini tidak cukup, usaha untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna akan menjadi sia-sia. Lebih-lebih lagilah untuk menjadi seorang yang Mukmin yang bertaqwa. Sebab orang Mukmin yang bertaqwa itu, mesti sempurna Islamnya terlebih dahulu.

Sunday, July 18, 2010

Buku Tauhid Kelas 1 SMP La Tansa

Yang mau baca buku tauhid Kelas 1 SMP La Tansa, Yaitu Pengenalan ilmu tauhid bagi pemula di persilahkan download disini

<

Friday, June 18, 2010

Tumbuh Kembang bayi usia 5 bulan

Perkembangan Motorik
kasar

* Bila bayi mengamati sesuatu pada satu sisi, ia akan
memiringkan kepala dan badan sehingga membuatnya terguling. Karena itu,
hati-hati jika menaruh bayi, perhatikan sekelilingnya, apakah cukup aman dan
tidak berisiko membuatnya terjatuh.

* Kepalanya sudah bergerak-gerak dengan aktif jika
ditelungkupkan. Ia pun mulai bisa bertopang tegak pada kedua lengannya (dengan
ujung-ujung jari kaki menahan pada alas). Dalam posisi telungkup pun ia mudah
untuk bergerak memutar.

* Ketika dari posisi telentang, kedua tangannya ditarik,
kedua lengannya akan melengkung dan kepala bayi menunduk ke depan sehingga dagu
menyentuh dada. Ketegangan otot perut dan pangkal paha juga menyebabkan pinggul
tertekuk. Bayi pun dapat duduk dengan dibantu.

* Kalau bayi "diberdirikan" dengan memegang kedua
ketiaknya, tampak kedua kaki bayi bisa tegak. Bertumpu pada kedua kaki dengan
posisi seimbang bisa dilakukan dalam hitungan 1-2 detik.

Perkembangan Motorik
halus

* Bayi sudah mencoba meraih mainan yang digerak-gerakkan di
depan pandangannya atau yang ditaruh di dadanya.

* Telapak tangannya sudah membuka sehingga orangtua bisa
memegang kedua tangannya dan membantu si kecil untuk bertepuk tangan.

* Sudah bisa memerhatikan suatu objek yang berjarak.

Perkembangan
sosial-emosi

* Bayi mulai memunculkan berbagai suara sebagai ekpresi rasa
senang atau tidak senang ketimbang menangis.

* Dapat memberi respons dengan mengoceh atau tersenyum pada
orang dewasa yang mengajaknya bercanda.

* Bisa membedakan wajah-wajah yang tersenyum, suara-suara
ramah maupun yang menunjukkan amarah. Respons yang diberikan berbeda terhadap
apa yang dilihat. Maka itu, seringlah memberikan senyuman serta suara riang
gembira pada bayi.

* Dapat menikmati permainan, baik bermain sendiri dengan
suatu objek atau bermain sosial semisal bermain cermin. Ia akan tersenyum
ketika melihat bayangannya di cermin.

* Mengulurkan tangan minta digendong ibu atau orang yang
sudah dikenalnya.

* Jika ada bayi lain, biasanya ia memberikan respons untuk
menarik perhatian. Seperti dengan menendang-nendangkan kaki, tertawa, main
ludah atau melambungkan badannya ke atas-ke bawah.

Perkembangan Kognitif

* Dapat bereksplorasi sensori dengan menggunakan tangan dan
mulut. Lantaran itu, ia memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut.

* Bisa meraih suatu objek dengan sengaja.

* Seringkali terlihat memainkan tangan, kaki serta jemarinya
sambil mengamati dengan penuh perhatian.

* Mulai memahami air muka dan nada suara orang dan serta
dapat memerhatikan dan menafsirkan perilaku orang yang senang, marah, dan
lainnya. Bayi pun akan memberi respons dengan menunjukkan wajah ketakutan,
keheranan atau lainnya.

Perkembangan Bahasa

* Bisa berteriak-teriak ketika ditinggal sendirian atau tak
ada orang di dekatnya.

* Mengoceh dan menyuarakan suara-suara seperti
"aaah", "ee", atau "oy".

* Jika diajak bercanda bisa mengungkapkan rasa senang dan
gembiranya dengan tertawa.

*Mulai memberi respons dengan mendengar dan memerhatikan
suara musik yang diperdengarkan, adakalanya dengan mendekut.

* Orangtua bisa mestimulasi dengan memperdengarkan kata-kata
yang familiar (sudah dikenalnya). Bayi akan mencoba-coba untuk menirukan suara-suara
itu.

Ukuran Tubuh

Berat badan sekitar 5,3-7,3 kg, panjang badan 59,8 -65,9 cm,
dan lingkar kepala 39-45 cm.

Motivasi dalam Islam

Motivasi Spiritual
Karya pakar neurosains dan antropolog Terence Deacon memperlihatkan bahwa pencarian makna yang membuat manusia butuh bahasa dan evolusi bahasa pada gilirannya memberikan penjelasan bagi pertumbuhan pesat otak besar manusia.Selain itu, karya Viktor Frank telah menunjukkan nilai penting psikologis dari makna, menjelang akhir tahun 1900 diumumkan bahwa pakar neurosains telah menemukan adanya Titik Tuhan ( God Spot ) di dalam otak God Spot adalah sekumpuklan jaringan saraf yang terletak di daerah lobus temporal otak, bagian yang terdapat di balik pelipis. Jaringan saraf ini berfungsi untuk membuat kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental seputar makna eksistensi dan membuat kita mencari jawaban-jawaban fundamental. Titik tuhan ini menyebabkan kita bersikap idealistis dan mencari solusi-solusi ideal atas berbagai masalah.

Sebelum wafat, Abraham Maslow menunjukkan penyesalannya. Teori motivasi yang digagasnya itu seharusnya perlu direvisi. Menurut yang ditulis Danah Zohar dan Ian Marshall, hierarki Kebutuhan yang digagasnya mestinya perlu dibalik.
Maslow menyesal karena teori yang sebenarnya dimaksud untuk memaparkan problema masyarakat saat itu, mengilhami orang-orang tertentu untuk menjadi tamak dan terus-terusan memikirkan kebutuhan fisiknya, kebutuhan ragawinya. Di sisi lain, seperti yang kerap kita dengar, teori ini juga banyak “dimanfaatkan” oleh orang-orang malas untuk menjustifikasi kemalasannya dengan alasan kebutuhan fisik.
Menurut Stephen R Covey, dalam bukunya First Thing First (1994) kebutuhan aktualisasi yang paling tinggi bukan lagi aktualisasi diri tapi masih ada kebutuhan yang lebih tinggi lagi yaitu Self Transdence atau kebutuhan spiritual.

Motivasi Spiritual dalam Islam
Motif dalam bahasa Arab disebut داع سبب داع صورة رسم sedangkan motivasi تعليل ايجاب مسبب داع , Sedangakan niat dalam bahasa Arab adalah نوي ينوي نية رجا يرجوا دفع . Miftah Faridl berpendapat bahwa niat bisa diartikan dengan motif , karena pengertian niat ada dua pengertian yaitu getaran batin untuk menentukan jenis perbuatan ibadah seperti sholat subuh , tahiyatul masjid dan lain-lain. Niat yang kedua dalam arti tujuan adalah maksud dari sesuatu perbuatan (motif).
Niat dalam pengertian motif mempunyai dua fungsi :
1. Menentukan nilai hukum (wajib, sunat , makruh dan haram) , yaitu untuk sesuatu amal yang tidak ditentukan secara tegas hukumnya dalam Al-Quran dan as-Sunah.
2. Menentukan kualitas pahala dari sesuatu perbuatan-perbuatan yang tertinggi ikhlas dan perbuatan terendah riya.
Ketika motivasi dikaitkan dengan niat dan niat dikaitkan dengan keikhlasan maka hal ini sangat sulit diukur, namun yang perlu digaris bawahi terlepas dari keikhlasan dan riya ketika motivasi itu dibahas dan dibicarakan maka ada persamaannya yaitu sama–sama sulit diklaim secara mutlak namun hanya bisa diprediksi kemungkinannya.
Menurut Asep Ridrid Karana kata niat jika disejajarkan lebih tinggi daripada motivasi karena motivasi seorang muslim harus timbul karena niat pada Allah. Pada prakteknya kata motivasi dan niat hampir sama–sama dipakai dengan arti yang sama, yaitu bisa kebutuhan (need), desakan (urge), keinginan (wish), dorongan (drive) atau kekuatan . Walaupun dalam bahasa Inggris intention diartikan niat dan motivation dengan motivasi namun dalam berbagai penelitianpun kata motivasi yang digunakan.
Manusia diciptakan tidak lain hanyalah untuk beribadah pada Allah Semua aspek kehidupan bisa bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah. Hal ini dikuatkan dengan sebuah hadits dari Umar radhiyallahu anha,
Memurnikan niat karena Allah semata merupakan landasan amal yang ikhlas. Maksud niat disini adalah pendorong kehendak manusia untuk mewujudkan suatu tujuan yang dituntutnya. Maksud pendorong adalah penggerak kehendak manusia yang mengarah pada amal. Sedangkan tujuan pendorongnya banyak sekali dan sangat beragam.
Abdul Hamid Mursimenerangkan motivasi dalam perspektif Islam sebagai berikut :
1. Motivasi fisiologis
Allah telah memberikan ciri-ciri khusus pada setiap makhluk sesuai dengan fungsi-fungsinya. Diantara cirri-ciri khusus terpenting dalam tabiat penciptaan hewan dan manusia adalah motivasi fisiologis. Studi-studi fisiologis menjelaskan adanya kecenderungan alami dalam tubuh manusia unutk menjaga keseimbangan secara permanen. Bila keseimbangan itu lenyap maka timbul motivasi untuk melakukan aktivitas yang bertujuan mengembalikan keseimbangan tubuh seperti semula.
a. Motivasi Menjaga Diri
Allah SWT menyebutkan pada sebagian ayat Al-Quran tentang motivasi-motivasi fisiologis terpenting yang berfungsi menjaga individu dan kelangsungan hidupnya. MIsalnya lapar, dahaga, bernapas dan rasa sakit. Secara tersirat dalam Surat Thaha ayat 117-121 tiga motivasi terpenting untuk menjaga diri dari lapar, haus, terik matahari, cinta kelangsungan hidup, ingin berkuasa. Sebagian ayat al-Qur’an menunjukkan pentingnya motivasi memenuhi kebutuhan perut dan perasaan takut dalam kehidupan.
b. Motivasi Menjaga Kelangsungan Jenis
Allah menciptakan motivasi-motivasi dasar yang merangsang manusia untuk menjaga diri yang mendorongnya menjalankan dua hal terpenting yakni motivasi seksual dan rasa keibuan. Motivasi seksual merupakan dasar pembentukan keluarga dan dalam penciptaan kaum wanita Allah menganugerahi motivasi dasar untuk melakukan misi penting yaitu melahirkan anak-anak. Al-Quran mengambarkan betapa beratnya seorang ibu mengandung dan merawat anaknya.
2. Motivasi Psikologis atau Sosial
a. Motivasi Kepemilikan
Motivasi memiliki merupakan motivasi psikologis yang dipelajari manusia di tengah pertumbuhan sosialnya, di dalam fase pertumbuhan, berkembang kecenderungan individu untuk memiliki, berusaha mengakumulasi harta yang dapat memenuhi kebutuhan dan jaminan keamanan hingga masa yang akan datang.
Harta mempunyai peranan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Urutan pemuasan kebutuhan tersebut sebagai berikut :
1) Kebutuhan pangan dan papan
2) Kebutuhan kesehatan dan pendidikan
3) Kebutuhan bagi kelengkapan hidup
4) Kebutuhan posisi, status dan pengaruh sosial
Mengenai motivasi kekuasaan, al-Quran menengarai yang artinya :
”dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga).
b. Motivasi Berkompetensi
Berkompetensi (berlomba-lomba) merupakan dorongan psikologis yang diperoleh dengan mempelajari lingkungan dan kultur yang tumbuh di dalamnya. Manusia biasa berkompetensi dalam ekonomi, keilmuan, kebudayaan, sosial dan sebagainya. Al-Quran menganjurkan manusia agar berkompetensi dalam ketakwaan, amal shaleh, berpegang pada prinsip-prinsip kemanusiaan, dan mengikuti manhaj Ilahi dalam hubungan dengan sang pencipta dan sesama manusia sehingga memperoleh ampunan dan keridhan Allah SWT.
c. Motivasi Kerja
Motivasi kerja dimiliki oleh setiap manusia, tetapi ada sebagian orang yang lebih giat bekerja daripada yang lain. Kebanyakan orang mau bekerja lebih keras jika tidak menemui hambatan merealisasikan apa yang diharapkan. Selama dorongan kerja itu kuat, semakin besar peluang individu untuk lebih konsisten pada tujuan kerja. Ada juga yang menyukai dorongan kerja tanpa mengharapkan imbalan, sebab ia menemukan kesenangan dan kebahagiaan dalam perolehan kondisi yang dihadapi dan dalam mengatasi situasi yang sulit.
2. Bekerja dan berproduksi
Atas dasar tawakal dan meniadakan fatalisme ada tiga unsur yang menjadikan hidup manusia positif dan berguna. Pertama, mengimplementasikan potensi kerja yang dianugerahkan Allah. Kedua, bertawakal kepada Allah, dan mencari pertolongan-Nya ketika melaksanakan pekerjaan. Ketiga, iman kepada Allah untuk menolak bahaya, kediktatoran, dan kesombongan atas prestasi yang dicapai.
Tujuan aktivitas manusia pada sistem-sistem sekuler adalah meraih laba sebesar-besarnya untuk menjadi masyarakat yang elitis seperti yang diharapkan kapitalisme, atau mengimplementasikan kelayakan materi bagi seluruh masyarakat sebagaimana dikehendaki sosialisme. Tujuan material ini ternyata mendatangkan berbagai konflik diantara sistem-sistem ekonomi sekuler. Apalagi, sistem itu berupaya untuk saling mendominasi.
Konsep Islam tentang dunia sebagai ladang akhirat, memposisikan kepentingan materi bukan sebagai tujuan, namun sebagai sarana merealisasikan kesejahteraan manusia, seperti yang tertuang dalam surat Al-Qashas ayat tujuh.
Karenanya syariat Islam mempunyai visi politik tersendiri yang tidak berlandaskan pada individu seperti kapitalisme atau pada seluruh masyarakat seperti sosialisme. Dasar politik Islam adalah keseimbangan dan keserasian antara kepentingan individu dan masyarakat.
Adapun sistem “pertengahan” Islam didasarkan pada keseimbangan antara kepentingan individu dan kelompok. Prinsip ini telah dinyatakan Al-Quran, “tidak berbuat zalim dan tidak dizalimi”.
Islam menetapkan prinsip “pertengahan” yang memungkinkan kehidupan berjalan secara serasi dan damai, mengintegrasikan pemikiran dan keyakinan, sikap dan tindakan, tidak memisahkan antara moral individu dan hubungan sosial, menolak kerancuan atau kontradiksi kepribadian, serta menolak sikap boros dan kikir.
Islam mengajarkan bahwa setiap pekerjaan dan kenikmatan yang baik dapat berubah menjadi ibadah jika disertai niat tulus untuk menjaga anugerah hidup dan memanfaatkannya, serta menghormati kehendak pemberinya. Sebaliknya, jika orang yang bekerja tanpa iman akan hidup seperti robot dan tidak mampu merasakan eksistensi nilai-nilai di balik penciptaannya. Islam menetapkan bahwa amal tanpa iman adalah perjuangan sia-sia, bagaikan debu yang beterbangan.
Dalam pengertian umum, amal dalam Islam merupakan aktivitas terpenting bagi seorang muslim dalam kehidupan di dunia. Karena itu konsep ini dipadankan dengan iman, dijelaskan ratusan kali dalam Al-Quran. Amal dalam Islam dalam berbagai bentuknya mempunyai tujuan ganda, yakni merealisasikan keuntungan di dunia dan akhirat.
Dalam perspektif Islam, aktivitas perekonomian harus disertai komitmen untuk mematuhi petunjuk Tuhan yang digariskan Al-Quran dan dijabarkan as-Sunnah.Islam telah menetapkan pekerjaan bagi seorang muslim sebagai hak sekaligus kewajiban. Islam menganjurkan bekerja dan memerintahkan agar pekerjaan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Prinsip pertama ynng ditegakkan Islam dalam mengatur masyarakat ialah agar setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
Konsep motivasi spiritual menurut Umar Chapra sejiwa dengan apa yang dikemukakan Weber bahwa dunia Barat berkembang tidak didorong oleh nilai konsumtif melainkan oleh motivasi dari nilai kreatif yang disebut etos karya. Karena Max Weber seorang protestan, maka etos karya itu disebut etos Protestan, itulah etos agama. Umat Kristen juga mempunyai pandangan bahwa pembangunan perlu memiliki apa yang disebut “transcendent persfektive” artinya faktor tindakan Allah (dibaca Alah) dalam pembangunan atau sejarah manusia jangan dilupakan.
Ajaran agama Hindu sendiri memiliki banyak aspek teologis pembangunan diantaranya Tri Hita Karana yang berarti tiga hal (Karana) yang akan membuat bahagia (Hita). Tiga hal (unsur) tersebut adalah Prajapati (Tuhan yang mahaesa), Praja (Manusia), dan alam lingkungan manusia. Konsep ini pula dijadikan disertasi oleh Anak Agung Gde Agung ( Mantan Menteri Negara Masalah-Masalah Kemasyarakatan–Kabinet Gus Dur ) yang dipahat namanya disejajarkan dengan sembilan tokoh lainnya seperti Nelson Mandela atau Albert Einstein. Al-Quran sendiri menegaskan adanya pengamalan hidup manusia dan kemuliaan bekerja.
Masih banyak ayat Quran yang memotivasi manusia untuk menekuni pekerjaan sehingga hidupnya menjadi tenang dan aman, maka dari itu pula manusia mampu bersikap positif, serius, tekun dalam bekerja serta merasa yakin terhadap janji sang pemberi Rezeki.
Menyandarkan rejeki kepada Allah SWT bukanlah ajakan untuk bersikap fatalis dan berpangku tangan, melainkan merupakan ajakan untuk bekerja. Berpangku tangan bertentangan dengan hukum dan peraturan hidup manusia, serta bertentangan dengan misi yang diemban manusia. Islam mengajak individu untuk mendayagunakan potensi yang dianugerahkan Allh SWT kepadanya untuk bekerja dalam batas-batas kemampuan, tanpa menunggu pemerintah mengurus seluruh keperluannya.
Iqbal dalam Asy’arie membagi kehidupan religius menjadi tiga fase, yaitu fase keyakinan, pemikiran dan penemuan. Fase pertama ditandai dengan disiplin ilmu yang kuat yang harus diterima oleh seseorang maupun kelompok sebagai perintah tanpa syarat dan tanpa pengetian rasional tanpa makna dan tujuan dari perintah tersebut.
Fase kedua munculnya pengertian rasional terhadap disiplin ilmu tersebut dan sumber azasinya kekuasaannya . Pada fase ini kehidupan agama mencari landasan pada semacam metafisika suatu pandangan yang logis mengenai dunia dengan Tuhan menjadi pandangan dari pandangan tersebut.
Fase ketiga metafisika bergeser oleh psikologi dan selanjutnya kehidupan religuius mengembangkan hasrat mengadakan hubungan langsung dengan realitas akhir. Pada tahap ini agama menjadi persenyawaan antar kehidupan dan kekuasaan, sehingga individu mencapai kepribadian merdeka, namun tidak melepaskan diri dari ikatan hukum dalam kesadaran sendirinya. Konsep kehidupan religius didasarkan pada ketiga motif spiritual dalam Islam yaitu berdasarkan motivasi aqidah, ibadah dan motivasi muamalat.
1. Motivasi Akidah , Ibadah dan Muamalat
a. Motivasi Aqidah
Motivasi spiritual dalam Islam adalah berdasarkan motivasi aqidah, ibadah dan motivasi muamalat. Motivasi akidah adalah keyakinan hidup, fondasi dan dasar dari kehidupan, yang dimaksuddengan akidah Islam adalah rukum iman. Iman menurut hadist merupakan pengikraran yang bertolak dari hati, pengucaopan dengan lisan dan aplikasi dengan perbuatan. Jadi motivasi akidah dapat ditafsirkan sebagai dorongan dari dalam yang muncul akibat kekuatan tersebut. Sistematika akidah agama Islam terdiri dari rukun Iman diantaranya , namun dalam motivasi akidah ini yang dilibatkan hanya unsur iman kepada Allah, iman kepada kitab Allah dan iman kepada Rasulullah. Ketiga unsur ini dilibatkan karena pada waktu bekerja terlibat secara nya sehari-hari .Unsur yang lain tidak dilibatkan dalam aktifitas bekerja karena belum menjadi pemahaman iman yang bisa dilibatkan dalam proses produksi maupun meningkatkan kinerja.
Esensi Islam adalah pengesaan Allah. Tidak satupun perintah dalam Islam yang dilepaskan dari tauhiid. Seluruh agama itu sendiri , kewajiban untuk menyembah Tuhan , mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya., akan hancur begitu tauhiid dilanggar. Menurut Abdurrahim kualitas seseorang 90 % ditentukan oleh sikap dan 10 % ilmu pengetahuan, sedangkan sikap dan prilaku ditentukan oleh nilai seperti ikhlas yang merupakan manifestasi dari sikap tauhiid.
Searah dengan pandangan Islam, Glock and Stark menilai bahwa kepercayaan keagamaan (teologi) adalah jantungnya dimensi keyakinan, didalamnya terdapat seperangkat kepercayaan mengani kenyataan akhir, alam, dan kehendak supranatural sehingga aspek lain dalam agama menjadi koheren.
Menurut ancok walaupun tidak sepenuhnya sama, dimensi keyakinan dapat disejajarkan dengan akidah, Dimensi keyakinan atau akidah Islam menunjuk pada seberapa tingkat keyakinan muslim terhadap kebenaran ajaran agamanya, terutama kebenaran ajaran agama yang bersifat fundamnetal dan dogmatik
Ketika seseorang menghadirkan dimensi keyakinan akidahnya ke dalam kehidupannya , sering terjadi pengalaman batin yang sangat individual dan yakin dapat meningkatkan energi spiritual unutk meningkatkan kinerja.
a. Iman kepada Allah
Iman kepada Allah merupakan titik sentral, akar dan fondasi yang menjadi kekuatan seorang muslim . Iman adalah seperti pohon yang berbuah , buahnya tidak pernah terputus, pohon iman memberikan buahnya setiap saat , baik di musim panas dan musim dingin, di siang maupun di malam hari. Begitu juga seorang mulmin harus tetap beramal di setiap saat dan di setiap kesempatan. Oleh sebab itu sering kali dimuat dalam al-Quran pernyataan Iman dan Amal saleh karena amal salah merupakan salah satu buah dan bekasnya.
Salah satu ciri orang yang beriman diantaranya adalah disebut nama Allah maka gemetarlah hatinya dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah bertambahlah iman . Menurut Iman yang paling kuat adalah iman yang diamini, diakui dan diaplikasikan dengan hati , lisan dan perbuatan.
b. Iman Kepada Kitab
Sebagai seorang muslim harus beriman kepada Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran. Al-Quran sebagai kitab Allah SWT yang diturunkan kepada umat sesuai dengan ruang dan waktu. Al-Quran merupakan kitab terkahir , sumber asasi Islam yang pertama, kitab kodifikasi firman Allh SWYT kepada manusia di bumi , diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW,berisi petunjuk Ilahi yang abadi untuk manusia, untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pedoman hidup yang termuat dalam al-Quran hanyalahh akan dapat dimengerti dan dipedomi apabila ada upaya pemikiran terhadap isi yang terkandung didalamnya, Ini menunjukkan betapa pentingnya dialog yang terus menerus antara akal dan Al-Quran
c. Iman Kepada Rasulullah
Iman kepada rasul memiliki konsekuensi mengikuti dan mencontoh rasul yang disebut As-Sunnah. As-Sunnah (etimologis berarti: tradisi dan perjalan), sumber asal Islam yang kedua, ialah segala perkataan, perbuatan dan sikap Rasulullah saw yang dicatat dan direkam di dalam Al-Hadits (etimologis berarti: ucapan atau pernyataan dan sesuatu yang baru). Dalam arti teknis As Sunnah (sunnaturrasul) identik dengan Al-Hadits (haditsunnabawi).
Karena ajaran yang disampaikan Rasul itu bersumber dari Allah SWT dan sangat penting bagi keselamatan dan keberhasilan manusia, maka ajaran tersebut harus diterima dan dilaksanakan oleh manusia.
Dalam Asy’arie iman yang benar dan iman yang hidup adalah iman yang bias dipertanggungjawabkan secara moral dan intelektual, bias dikomunikasikan dengan akal budi, diwujudkan dalam tataran praktis, melalui apa yang disebut iqbal sebagai ijtihad. Berkaitan dengan otoritas dalam fikih, maka kemungkinan teoritis dari derajat ijtihad itu telah diterima oleh para Ahli Sunnah, tetapi dalam prakteknya ijtihad dipungkiri sejak berdirinya madzhab-madzhab dalam hokum Islam. Dalam kasus ini ijtihad penuh dipagari oleh syarat-syarat yang hamper tidak mungkin dilaksanakan oleh seseorang. Sikap seperti ini nampaknya amat ganjil dalam system hokum yang terutama didasarkan atas landasan pokok yang diberikan Al-Qur’an yang mengandung satu pandangan hidup yang dinamis dalam intisairnya.
Realita hidup kerasulan yang sangat manusiawi itu tercermin dalam sikap dakwah yang dijalankannya. Suatu misi yang tidak mengenal lelah dan tidak berhenti-hentinya telah berhasil menarik beberapa pengikut yang berbakti. Sebagian besar adalah orang-orang yang datang dari kalangan kelas rendah yang tak berpengaruh, sedang sebagian lagi terdiri dari pedagang kaya dan manusia yang memiliki kepekaan religius. Diantara yang terakhir ini bahkan ada yang pernah mengalami gejolak spiritual dalam dirinya.
Rasulullah dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya tenaga kerja dan selalu menghargai karya para karyawan dan para ahli dalam suatu bidang pekerjaan tertentu. Beliau pernah bersabda: “ Allah mencintai orang yang selalu bekerja dan berusaha untuk penghidupannya.” (Al-Hadits) menurut Maqdam, Rasulullah pernah berkata,
“tidak seorangpun yang akan memperoleh keadaan yang lebih baik daripada orang yang memperoleh penghasilan dengan tangannya (tenaganya) sendiri. Nabi Dud pun memperoleh nafkah penghidupan dari tangannya sendiri.” (HR. Bukhori).
b. Motivasi Ibadah
Kaidah ibadah dalam arti khas (qoidah “ubudiyah) yaitu tata aturan ilahi yang mengatur hubungan ritual langsung antara hamba dengan Tuhannya yang tata caranya telah ditentukan secara rinci dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Ibadah adalah suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh orang yang tidak beragama, seperti doa, shalat dan puasa itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang beragama. Ibadah bertitik tolak dari aqidah, jika ibadah diibaratkan akar maka ibadah adalah pohonnya. Jika ibdah masih dalam taraf proses produksi, sedangkan output dari ibadah adalah mu’amalah.
Ibadah dalam ajaran Islam dapat dicontohkan sebagai berikut: doa, shalat, puasa, bersuci, haji dan zakat. Tetapi unsur motivasi ibadah ini hanya diambil doa, shalat, dan puasa, karena ketiga unsur ini dilakukan karyawan sehari-hari dalam proses produksi sehingga patut diduga mempunyai pengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Jika diperhatikan beberapa ajaran Islam melalui Al-Qur’an mengenai ibadah yang selalu terkait dengan produksi seperti: zakat, amar ma’ruf nahi munkar, maka tidak dapat diragukan bahwa umat yang ibadahnya kaffah akan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja. Namun sebagaimana ditulis Amsyari bahwa adanya pengaruh pemahaman aliran.
“aliran spiritualisasi agama membatasi Islam hanya untuk ritual dan itupun secara pelan-pelan diabaikan pelaksanaannya (shalatpun makin jarang, berdoapun kalau sedang kesulitan, puasapun kalau tidak sakit maag dan semacamnya).”
a. Doa
Doa biasa diartikan dengan permohonan hamba kepada Tuhannya, tata cara berdoa telah diatur dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, penyimpangan terhadapnya dapat dikategorikan syirik dan bid’ah. Dzikir biasa diartikan dengan memuji asma Allah, sambil merenungkan kebesaran Allah SWT melalui arti asma Allah yang direnungkan dipikirkan sehingga mempunyai efek dzikir produktif yang dapat meningkatkan kinerja seorang muslim.
Potensi doa, dzikir dan fakir adalah asset ilahiyyah yang seharusnya dikelola dengan baik dalam perwujudan kerja prestatif atau amal shaleh.
Potensi dzikir yang positif dan dibarengi dengan potensi pikir yang positif maka hasilnya akan menjadi lebih besar, tetapi tidak dibarengi dengan ilmu, pikir sebagai refleksi kemampuan diri, maka hasilnya akan menjadi kurang atau bertambah jauh dari tujuan. Sebagai seorang muslim yang mempunyai penghayatan tinggi terhadap prestasi serta berkeyakinan bahwa kerja adalah Ibadah maka setiap pribadi muslim seharusnya memiliki suatu goal bahwa hidup ini akan mempunyai nilai jika mampu menjadi rahmat bagi lingkungan dan alam sekitarnya (rahmatan lil’alamin).
Berdoa sebagai awal dari awal, dimaksudkan untuk memberikan arah agar setiap tindakan amal, memenuhi criteria kesesuaian dan keseimbangan sebagaimana menjadi persyaratan kesalahan tersebut. Doa adalah cahaya dan amal adalah terang. Arti dari doa adalah api dan amal adalah panasnya. Antara doa dan amal ikhtiar merupakan satu paket, satu tarikan nafas yang senyawa, tidak bias dibelah secara parsial atau fragmentasi. Pepatah yang artinya, doa tanpa ikhtiar seperti busur tanpa anak panah. Doa yang khusu’, akan mendorong perilaku yang positif antara peribatin dan perilaku itu, berdirilah “akal pikiran”. Dengan demikian, seluruh tindakan yang berada dalam peribatin dan perilaku manusia akan sangat dipengaruhi oleh cara berfikir yaitu proses mental batiniah yang melahirkan bayangan tentang diri sendiri, penilaian atau pemaknaan atas lingkungan serta hubungan emosi antara jiwa dan raga dalam hubungannya dengan alam.
Dengan berdoa, berarti menunjukan kualitas dan kemampuan untuk memperepsi diri sehingga mempunyai asumsi atas gambaran jiwa yang tidak lain adalah salah satu bagian dari proses berpikir itu sendiri. Doa yang melahirkan optimisme itu, menggerakan sikap diri yang gagah untuk berkinerja. Dia tidak takut dengan kesulitan, karena di dalam nuraninya ada keyakinan bahwa setelah kesulitan pastilah ada kemudahan dan Allah akan mengabulkan doanya.
b. Shalat
Shalat adalah tata ritual sebagai konsekuensi orang yang beriman kepada Allah, merupakan kewajiban yang harus dilakukan lima kali dalam sehari. Shalat merupakan tiang agama, barangsiapa mengerjakan berarti telah menegakkan agamanya dan baransiapa meninggalkan berarti telah meruntuhkan agamanya. Shalat merupakan proses produksi yang apabila tata caranya diikuti secara tepat dan konsisten serta dijiwai dengan niat yang ikhlas, maka shalat tersebut dapat menghasilkan kinerja.
Sesuai teori psikologi Islam ada empat aspek terapeutik yang terdapat dalam shalat: aspek olah raga, aspek meditasi, aspek auto-sugesti, dan aspek kebersamaan. Selain memberikan terapi yang bersifat kuratif, agama juga memiliki aspek preventif bagi lahirnya gangguan jiwa dalam masyarakat. Rukun Islam memiliki aspek terapeutik. Demikian juga dengan rukun iman yang salah satunya adalah penerimaan bahwa baik dan buruk datangnya dari Allah, akan membebaskan orang dari segala macam ketegangan jiwa. Pada dasarnya tujuan beberapa teknik psikoterapi seperti kognitif (cognitive therapy) dan (insight therapy) adalah menentukan seseorang untuk menerima kenyataan hidup yang sudah diatur oleh Tuhan.
Beberapa mutiara hikmah shalat yang dapat diamati secara inderawi antara lain:
a. Kebiasaan hidup bersih
b. Berbusana rapi, sopan dan sederhana
c. Latihan terus menerus menghargai arti pentingnya waktu
d. Menggalang kemitraan dan kebersamaan.
e. Menciptakan keseragaman ucap, sikap, gerak, arah tujuan, pola berfikir dan gejolak hati nurani dalam satu komando.
f. Menumbuhkan keberanian melakukan koreksi yang konstruktif.
g. Memelihara tatakrama yang efektif.
h. Membangun solidaritas social.
i. Membangkitkan rasa mandiri.
j. Melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semangat membangun.
Jadi shalat bukan sekadar kegiatan rutin yang sifatnya seremonial dan tanpa bekas. Diakui atau tidak, sepuluh mutiara hikmah itu belum dihayati seluruhnya. Sementara ini masih saja ada kaum muslimin yang tidak disiplin dan konsisten mendirikan shalatnya. Shalat yang didirikan belum juga memberi bekas terhadap lingkungan kinerjanya.
Shalat yang khusuk yaitu pelakunya mempunyai hati yang tunduk dan didominasi oleh rasa cemas, takut dan berharap saat memperhatikan kebesaran Allah dan keagungan-Nya dan mendisiplinkan anggota tubuhnya sesuai dengan sikap tunduknya itu sehingga tidak berpaling dan tidak pula bergerak selain pergerakan yang telah ditentukan dalam shalat.
Penelitian tentang mentalitas manusia menetapkan adanya manfaat shalat dan ibadah. Badan penanganan masalah pengangguran di kota New York, telah melakukan psikotes terhadap lebih 15.000 tunawisma. Melalui penelitian ini dimungkinkan untuk mengarahkan setiap individu kepada profesi yang cocok sesuai dengan minat dan keahliannya. Hakihat khusuk jika dikaitkan dengan penelitian tersebut dapat berpengaruh posistif signifikan terhadap karyawan. Thabarah menyatakan bahwa kekhusuan adalah instrument untuk mengembangkan kemampuan diri dalam berkonsentrasi, yang berdampak pada kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupannya.
Upaya untuk mempertajam kecerdasan ruhaniah tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan yang menderu untuk melaksanakan shalat. Dalam shalat tersebut terdapat suasana yang mampu meningkatkan kualitas jiwa yang sangat tinggi dan mampu mencegah perbuatan yang munkar.
Mencermati firman Allah dalam Al-Qur’an Surat al-An’am ayat 162 dan surat al-Mukminun ayat 1-2 bahwa:
a. Shalat adalah tiang agama, dapat diartikan sebagai poros energi untuk berkinerja.
b. Orang yang shalat tetapi melupakan terhadap proses lanjutan setelah ibadah shalat, dikutuk oleh Islam.
c. Pengakuan pada waktu melaksanakan ibadah shalat bahwa shalat merupakan ibadah, hidup dan mati adalah bentuk pengabdian total kepada Allah.

c. Puasa
Puasa Ramadhan termasuk salah satu aturan Allah SWT yang wajib dijalankan oleh setiap muslim sebagaimana diungkapkan dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 183.Dengan demikian, pendekatan yang paling dikedepankan dalam memahami puasa adalah dengan pendekatan keimanan untuk mencapai target taqwa. Ditinjau dari segi teknologi modern, ditemukan bahwa penelitian modern mengungkapkan kenyataan bahwa puasa meningkatkan keimanan kepada pencipta dan puasa dapat memperpanjang usia manusia dan menghindarkannya dari sejumlah kelainan fisik dan penyakit. Penelitian gejala puasa di laboratorium ilmiah, para ahli berpendapat bahwa puasa sebagai suatu gejala fisiologi dan bukan semata-mata suatu hasil proses iradah, puasa adalah suatu keharusan hidup dan kesehatan.
Puasa mengatur perilaku dan konsumsi, mengendalikan nafsu berarti menyimpan energi spiritual yang dilakukan oleh seorang muslim mulai fajar sampai maghrib untuk mendapatkan energi spiritual. Jika pelaksanaan puasanya dilakukan secara tepat dan konsisten, maka berpuasa dapat meningkatkan bekerja dan berproduksi secara religius.
Penelitian dalam kedokteran Islam, terdapat aspek spiritual yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja yang religius. Mengajarkan cinta kasih antara manusia, memberikan rasa harap, kreatif, dan selalu optimis memandang hidupnya, meresapi arti dan efektifitas ibadahnya, pengabdian yang murni terbuka kepada Allah. Selain itu, mengajarkan manusia bersabar hati, meningkatkan kewaspadaan dari nafsu jahat, mempelajari manusia cara menabung, memperbanyak amal sosial dan shodaqoh.
c. Motivasi Muamalah
Kaidah muamalah dalam arti luas adalah tata aturan ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan benda atau materi alam. Muamalah diantaranya mengatur kebutuhan primer, dan sekunder dengan syarat untuk meningkatkan kinerja. Kebutuhan tersier dilarang dalam Islam karena dipandang tidak untuk meningkatkan kinerja tetapi dipandang sebagai pemborosan dan pemusnahan sumber daya. Bekerja dan berproduksi adalah bagian dari muamalah yang dapat dikategorikan sebagai prestasi kinerja seorang muslim menuju tercapainya rahmatan lil’alamin.
Motivasi muamalah adalah dorongan kekuatan dari dalam untuk memenuhi kebutuhan manusia yang dilandasi oleh kekuatan moral spiritual, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang religius, karena diilhami oleh al-Qur’an dan as-Sunnah.
Kebutuhan dan urutan prioritas biasanya dalam tiga tingkatan: keperluan, kesenangan, dan kemewahan.
1. keperluan biasanya meliputi semua hal yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhan yang harus dipenuhi.
2. kesenangan boleh didefinisikan sebagai komoditi yang penggunaannya menambah efisiensi karyawan, akan tetapi tidak seimbang dengan biaya komoditi semacam itu.
3. kemewahan menunjuk kepada komoditi serta jasa yang penggunaannya tidak menambah efisiensi seseorang bahkan mungkin menguranginya.
Menurut Veblen perilaku konsumsi bermewah-mewah, manfaatnya tidak akan diperoleh secara langsung dari konsumsi barang itu sendiri, melainkan dari dampaknya terhadap orang lain. Kajian tentang perilaku itu dikembangkan lebih lanjut oleh Duesenberry, dikenal dengan istilah demonstrstion effects. Gambaran ini sungguh terbalik dengan tesis kaum klasik dan neo klasik yang mengatakan bahwa orang akan selalu memilih altrenatif konsumsi terbaik untuk memperoleh kepuasan yang sebesar-besarnya. Menurut Veblen, orang yang membeli sesuatu barang yang melebihi proporsi yang wajar jelas tidak rasional, melainkan lebih bersifat emosional yang disebut dengan perilaku conspicuous consumption dan pecuniary emulation.
Ada perbuatan tertentu yang dikenal sebagai religius dan spiritual, sementara lainnya, non religius atau keduniawian. Menurut Rahman, Islam tidak membedakan antara jenis keperluan yang satu dengan yang lainnya sebagai bagian dari ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Kaum muslimin menafkahkan sebagian hartanya kepada para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin seperti kerelaannya berbelanja untuk diri sendiri, anak-anak, orang tua dan kaum kerabat. Demikian juga ketika akan mendirikan shalat dan menunaikan ibadah haji, sama baiknya dan sama mulianya seperti jika ke kantor, berbisnis atau kegiatan lainnya dengan tujuan mencari nafkah untuk kehidupan dengan ulet, tawakal, professional, amanah dan jujur.
a. Kebutuhan Primer
Konsumsi adalah permintaan sedangkan produksi adalah penyediaan. Kebutuhan konsumen, yang kini dan yang telah diperhitungkan sebelumnya, merupakan insentif pokok bagi kegiatan ekonominya sendiri. Motivasi konsumsi dalam kehidupan ekonomi adalah penting, Karena kreativitas berarti meningkatnya kemakmuran masyarakat yang berarti meningkatnya konsumsi dan kesejahteraan sosial. Karena itu kepuasan konsumsi dan kepuasan kreasi merupakan pasangan, dengan kepuasan kreasi sebagai kepuasan primer yang fitri yang bersumber rahman dan rahim.
Karyawan mungkin tidak hanya menyerap pendapatannya tetapi juga mmberi insentif untuk meningkatkan jumlah pendapatan dan mempunyai pengertian bahwa pembicaraan tentang konsumsi adalah primer. Para ahli ekonomi mempertunjukan kemampuannya untuk memahami dan menjelaskan prinsip produksi maupun konsumsi saja. Karyawan dapat dianggap kompeten untuk mengembangkan hukum nilai dan distribusi hampir setiap cabang lain dari subyek tersebut. Perbedaan antara ilmu ekonomi modern dengan ekonomi Islam dalam aspek konsumsi terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Islam tidak mengakui kegemaran materialistis semata-mata dari konsumsi modern.
Rasulullah menyimpulkan bahwa kebutuhan-kebutuhan pokok bagi setiap anggota masyarakat harus tersedia. Kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal, yang perlu bagi peningkatan efisiensi kerja disebut “kebutuhan tepat guna.”
b. Kebutuhan Sekunder
Menikmati kesenangan dibolehkan dalam Islam, Islam sangat memahami naluri alamiah manusia dalam mengagumi dan menikmati keindahan dalam hidup ini. Islam juga mengakui kebutuhan budaya manusia. Dalam masalah kebutuhan manusia akan keindahan dan budaya secara alamiah, Islam membolehkannya mengikuti kebutuhan pokok manusia, dan menikmati kesenangan.
Jadi jelaslah bahwa pemuasan keinginan, termasuk kenyamanan, keindahan dan perhiasan hidup dibolehkan dan dihalalkan. Oleh karena kesenangan merupakan keinginan yang memberikan kesenangan dan kenyamanan kepada manusia dan yang memiliki manfaat (utility) yang lebih besar dari harganya.
Peradaban materialistis dunia barat kelihatannya memperoleh kesenangan khusus dengan membuat semakin bermacam-macam dan banyaknya kebutuhan manusia. Kesejahteraan seseorangpun nyaris diukur berdasarkan bermacam-macam sifat kebutuhan yang diusahakannya untuk dapat terpenuhi dengan upaya khusus. Pandangan terhadap kehidupan dan kemajuan ini sangat berbeda dengan konsepsi islami. Etika ilmu ekonomi Islam berusaha untuk mengurangi kebutuhan materi manusia yang luar biasa, untuk menghasilkan energi manusia dalam mengejar cita-cita spiritualnya.
Perkembangan batiniah yang bukan perluasan lahiriah, telah dijadikan cita-cita tertinggi manusia dalam hidup. Semangat modern dunia barat, sekalipun tidak merendahkan nilai kebutuhan akan kesempurnaan batin, namun rupanya telah mengalihkan tekanan ke arah perbaikan kondisi kehidupan material. Kemajuan berarti semakin tingginya tingkatan hidup yang mengandung arti meluasnya kebutuhan yang menambah perasaan ketidakpuasaan dan kecewaan akan hal-hal sebagaimana adanya, sehingga nafsu untuk mengejar tingkatan konsumsi yang semakin tinggi pun bertambah. Dari segi pandangan modern, kemajuan suatu masyarakat dinilai dari sifat kebutuhan materialnya.
c. Bekerja dan Berproduksi
Allah berfirman dalam surat Yasin ayat 33-35 yang mempunyai makna. Pertama, hendaklah manusia bekerja didasarkan atas kepentingan berproduksi dan dari apa yang diusahakan oleh tangannya. Meski manusia bekerja usaha tersebut tetap disandarkan pada kehendak Allah SWT disertai doa memohon pertolongan-Nya.
Kedua, lingkungan adalah anugerah Allah SWT yang menyediakan segala kebutuhan yang dapat membantu manusia dalam kehidupannya. Anugerah Allah SWT itu disertai kesiapan berkarya yang disediakan pula baginya sejak pertumbuhannya. Dengan demikian jangan sampai seorang mukmin berkeyakinan bahwa fatalisme dibenarkan oleh aqidah. Fatalisme adalah jalan yang negatif dalam kehidupan, yaitu bersikap menunggu tanpa berusaha. Islam hanya mengenal konsep tawakal kepada Allah SWT berarti mendayagunakan seluruh potensi untuk memikirkan keselamatan, mempertimbangkan berbagai alternatif dan memilih yang terbaik untuk diimplementasikan.
Al-Qur’an Surat al-Jumuah ayat 10, al-Qashas ayat 77, al-Isra, ayat 29 dan al-Furqan ayat 67 , ayat-ayat tersebut menjelaskan tentang manusia sebagai makhluk yang direncanakan Allah SWT untuk bekerja dan berproduksi. Dalam beberapa ayat al-Qur’an tersebut dapat disimpulkan tentang potensi manusia untuk bekerja dan berproduksi secara religius.
1. Bekerja adalah kegiatan alami dalam kehidupan manusia. Bagi Islam, bekerja mengelola kekayaan
2. alam yang diberikan Allah SWT untuk kebaikan manusia
3. manusia adalah makhluk yang berakal yang mampu menerapkan control diri dalam aktivitas kesehariannya. Apapun kondisinya, Islam menganggap pentingnya setiap individu muslim menyiapkan diri dalam rangka misi hidupnya. Seorang muslim meraih control diri yang bersumber dar dalam, hal ini akan menolong untuk berbuat sesuai dengan perintah agama Islam dan menjalankan aktivitas teknologi.
4. manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab, yang secara potensial mampu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan manusia juga bisa gagal. Manusia dalam Al-Qur’an menerima mandat dari Allah SWT dan mempunyai tanggung jawab penuh atas setiap tindakannya. Meskipun Islam berarti ketundukan total terhadap Allah SWT, manusia merdeka dan bebas mengarahkan tindakannya dan apabila manusia tidak dipengaruhi oleh siapapun, kualitas kemampuan mengarahkan diri ini akan muncul. Dalam beberapa situasi manusia membutuhkan pengarahan dan motivasi dalam rangka pelaksanaan tanggung jawab. Fakta bahwa Islam menekankan disiplin diri dan keberadaan Allah SWT bersamanya kapan dan dimana saja, tidak berarti bahwa orang-orang yang diberi jabatan dibiarkan bertindak sepenuhnya tanpa pengawasan orang lain. Sesuai dengan konsep Islam tentang manusia, maka pengawasan diperlukan untuk selalu meminimumkan pengaruh jahat dalam diri manusia dan merangsang motivasi baik semaksimal mungkin.
5. manusia adalah makhluk yang berakal yang dapat menggunakan bakat dan kecerdasan untuk mengembangkan kehidupan di bumi dan membuatnya semakin sejahtera. Islam mendorong setiap orang baik dalam skala pribadi, kelompok, maupun masyarakat untuk menggunakan potensi yang dimiliki demi kemashlahatan hidupnya. Satu-satunya pembatasan yang dikenakan ialah bahwa kemampuan inovatif tersebut beroperasi dalam ruang lingkup yang telah digariskan oleh Islam.
6. potensi manusia yang besar dapat dibangkitkan dengan motivasinya. Perbedaan metode motivasi antar barat dengan Islam, bahwa Islam di samping memberikan insentif material dan keuangan juga menggunakan insentif spiritual. Efektivitas insentif spiritual terbukti lebih kuat daripada yang material.
Islam selalu menyentuh hati manusia dan mendorongnya untuk menjaga kesadaran Islamnya. Para ulama Islam dan orang-orang yang belajar psikologi percaya bahwa motivasi spiritual lebih efektif dibandingkan dengan yang lain. Hal ini tidak berarti menghilangkan sama sekali motivasi material dan keuangan dalam diri manusia.

Alifia Ikutan Nari katanya